Rabu, 29 Maret 2017

Megapolitan

Fauzi Bowo: Pencemaran Teluk Jakarta Kritis

Sabtu, 21 November 2009 | 18:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sungguh tak dinyana, ternyata pencemaran lingkungan yang terjadi di Teluk Jakarta saat ini sudah memasuki masa kritis. Untuk mengatasinya, kini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus ekstra kerja keras. Salah satunya adalah dengan mengerahkan 400 nelayan kapal ikan yang tergabung dalam Forum Komunitas Nelayan Jakarta Utara, untuk membersihkan sampah di pantai Teluk Jakarta.

Saat ini diprediksi telah terdapat 14.000 kubik sampah, berasal dari limbah rumah tangga dan limbah industri, yang telah mencemari teluk seluas 2,8 kilometer persegi. Seluruh limbah tersebut mengalir melalui 13 anak sungai yang bermuara di teluk tersebut.

Dikhawatirkan jika hal tersebut dibiarkan berlarut-larut maka akan mengancam kelestarian hutan bakau dan terumbu karang. Bahkan, jumlah produksi ikan dan budi daya laut lainnya pun menurun drastis hingga 38 persen dari biasanya.

Terkait hal tersebut, Pemprov DKI bersama Metro TV, Sabtu (21/11), menggelar kampanye kebersihan Teluk Jakarta dengan tema “Bersama Selamatkan Teluk Jakarta”. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Festival, Ancol Taman Impian, Jakarta Utara.

Gubernur Fauzi Bowo mengatakan, pencemaran Teluk Jakarta telah mencapai masa kritis. Untuk itu, dia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif melestarikan dan menyelamatkan Teluk Jakarta sebagai potensi wisata laut yang bersih dan indah.

“Ayo, bersama selamatkan Teluk Jakarta. Sebab, teluk Jakarta adalah potensi budi daya laut penunjang perekonomian nelayan dan masyarakat Jakarta,” kata Fauzi Bowo didamping Wali Kota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono saat melepas 400 nelayan kapal ikan untuk membersihkan Teluk Jakarta.

Editor : hertanto
Sumber: