Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 18:55 WIB
Sekolah Diliburkan Akibat Banjir
Josephus Primus | primus | Sabtu, 21 November 2009 | 20:37 WIB
|
Share:

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Sejumlah sekolah di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur terpaksa diliburkan pada Sabtu (21/11) karena banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu dalam beberapa hari terakhir.
    
"Hari ini (Sabtu, 21/11) beberapa sekolah di Kecamatan Pirak Timur, Aceh Utara terpaksa diliburkan karena terjadi banjir bandang akibat hujan deras," kata Rahmad, salah seorang warga saat dihubungi dari Banda Aceh, Sabtu malam.
    
Hingga saat ini, katanya, hujan masih turun meski intensitasnya rendah di beberapa kecamatan di Aceh Utara. Masyarakat di sejumlah kecamatan rawan banjir khawatir jika hujan tidak segera berhenti.
    
Sekolah Dasar Negeri (SDN)-6 Matangkuli tidak beraktivitas karena ketinggian airnya mencapai sekitar 1,5 meter. SD di dekat aliran sungai (DAS) tersebut setiap tahun menjadi langganan banjir jika musim hujan tiba.
    
Selain di Aceh Utara, sejumlah kecamatan di Aceh Timur seperti Kuta Binje juga dilanda banjir dan beberapa sekolah tidak melakukan aktivitas karena permukiman siswanya dilanda banjir.
    
Puluhan hektare tanaman benih padi di areal sawah masyarakat juga terendam akibat banjir di Kecamatan Kuta Binje.   
    
Sementara areal tambak ikan masyarakat di kawasan Lhok Seuntang, Kecamatan Julok, Aceh Timur juga tidak luput dari terjangan banjir. "Ikan yang ada di tambak warga dipastikan keluar dari arealnya," kata warga Julok, Tgk Safri Akbari.
    
Kepala desa Pirak Timu, Aceh Utara, Abdul Wahab menjelaskan jika hujan tidak turun dan ketinggian air dipastikan meningkat maka masyarakat baru akan mengungsi. "Untuk sementara kami tetap bertahan sambil melihat kondisi hujan apakah akan turun lagi atau tidak," katanya.
    
Banjir membuat hubungan transportasi antarkecamatan terpaksa  menggunakan jasa rakit dan setiap sepeda motor dikenakan biaya angkut sebesar Rp5.000.
    
Badli, petani di Desa Cibrek, Kecamatan Matangkluli, Aceh Utara menyatakan kehilangan hasil panen padi karena sawahnya terendam banjir.
    
Ketua PMI Matangkuli Usman Nur menyebutkan sekitar 14 desa di kecamatan tersebut tergenang banjir.
    
Informasi lain menyebutkan banjir bandang di Aceh Utara melanda sejumlah kecamatan seperti Matangkuli, Pirak Timu, Baktia Barat, Seunudon dan Langkahan.

 

Sumber :
Ant