KOMPAS
Jumat, 12 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Secara Psikologis, Kembar Lebih Baik Menikah Bareng
Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary
Sabtu, 21 November 2009 | 20:38 WIB
Inggried Dwi W
Resepsi Pernikahan dua saudara kembar, Pita-Dita, Sabtu (21/11)
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Yayasan Nakula-Sadewa, Seto Mulyadi, menyambut gembira adanya saudara kembar yang memilih menikah dan menggelar resepsi di hari yang sama.

Gupita Nareswari (Pita) dan Nindita Paramastuti (Dita), dua saudara kembar menikah di hari yang sama, 20 November dan menggelar resepsi pernikahan mereka pada Sabtu (21/11) malam, di Birawa Assembly, Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan.

Dikatakan Seto Mulyadi, yang akrab disapa Kak Seto, kembar yang memilih menikah secara bersamaan sangat jarang. Bahkan, peristiwa Pita-Dita ini bisa jadi merupakan yang pertama kali. Secara psikologis, dikatakan Kak Seto, banyak manfaat positif yang didapatkan jika si kembar melakukan hari bersejarahnya secara bersama-sama.

"Dengan melakukan bersama, kembar-kembar ini bisa menjalin sesuatu yang lebih bersama-sama, lebih praktis. Juga hemat biaya," kata Kak Seto kepada Kompas.com.

Dikatakan Seto, ada sebuah penelitian yang menunjukkan, jika salah satu saudara kembar menikah terlebih dahulu dibandingkan kembarannya, ada efek kepada kembar lainnya. Kak Seto pun mengambil contohnya dirinya dan saudara kembarnya, Kresno Mulyadi.

"Kalau kembar, yang satu menikah dan yang satu belum, akan ada masalah dalam psikologisnya dan biasanya jarak pernikahan lama. Contohnya saya. Saya menikah tahun 1988, saudara kembar saya nikah tahun 2004, jaraknya cukup lama," ujarnya.

Dia berharap, momen-momen manis seperti ini akan kembali terulang bagi para kembar lainnya.

Editor: hertanto Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.