KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Sutet di Tengah BKT Dibongkar, Siap-siap Pemadaman Bergilir
Minggu, 22 November 2009 | 17:56 WIB
FRANS AGUNG
Proyek Banjir Kanal Timur yang melewati daerah Bambu Duri, Jakarta Timur terhadang menara Sutet. Menara akan dipindahkan dengan konsekuensi akan ada pemadaman listrik. Foto diambil Minggu (22/11).

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu titik proyek Banjir Kanal Timur (BKT) yang belum tembus adalah di daerah Bambu Duri, Jakarta Timur. Tepat di tengah jalur BKT berdiri menara Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi atau Sutet. Dalam waktu dekat menara tersebut akan dirobohkan. Konsekuensinya akan ada pemadaman listrik.

"Pembangunan BKT ada yang kena sutet, maka dipindah. (Menara sutet) akan dibongkar dan diganti di sisi kirinya," kata Pitoyo Subandrio, Kepala Balai Besar Ciliwung - Cisadane saat melakukan kunjungan proyek BKT, Minggu (22/11).

Menurut Parno, Pejabat Pembuat Komitmen Balai Besar Ciliwung - Cisadane, saat ini sudah siap 2 pondasi untuk menggantikan menara tersebut. "Tanggal 29 November 2009 sudah mulai pemasangan single steel pole," ujar Parno.

Dengan pemasangan ini, mulai tanggal 30 November 2009 listrik mulai dipadamkan setiap hari dari jam 06.00 sampai 18.00 secara bergiliran. Pengerjaannya sendiri akan memakan waktu 6-9 hari. "Kalau tidak ada kendala 6 hari selesai. Tinggi tiangnya 72,5 meter," ucap Parno.

Daerah yang akan terkena dampak adalah daerah Bekasi, Cengkareng dan sebagian Jakarta. Pemadaman akan dilakukan secara bergilir. "Kami akan ada pemberitahuan. Namun, teknis pematian listrik PLN (yang akan lakukan)," pungkasnya.

Penulis: ONE   |   Editor: mbonk Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.