JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu titik proyek Banjir Kanal Timur (BKT) yang belum tembus adalah di daerah Bambu Duri, Jakarta Timur. Tepat di tengah jalur BKT berdiri menara Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi atau Sutet. Dalam waktu dekat menara tersebut akan dirobohkan. Konsekuensinya akan ada pemadaman listrik.
"Pembangunan BKT ada yang kena sutet, maka dipindah. (Menara sutet) akan dibongkar dan diganti di sisi kirinya," kata Pitoyo Subandrio, Kepala Balai Besar Ciliwung - Cisadane saat melakukan kunjungan proyek BKT, Minggu (22/11).
Menurut Parno, Pejabat Pembuat Komitmen Balai Besar Ciliwung - Cisadane, saat ini sudah siap 2 pondasi untuk menggantikan menara tersebut. "Tanggal 29 November 2009 sudah mulai pemasangan single steel pole," ujar Parno.
Dengan pemasangan ini, mulai tanggal 30 November 2009 listrik mulai dipadamkan setiap hari dari jam 06.00 sampai 18.00 secara bergiliran. Pengerjaannya sendiri akan memakan waktu 6-9 hari. "Kalau tidak ada kendala 6 hari selesai. Tinggi tiangnya 72,5 meter," ucap Parno.
Daerah yang akan terkena dampak adalah daerah Bekasi, Cengkareng dan sebagian Jakarta. Pemadaman akan dilakukan secara bergilir. "Kami akan ada pemberitahuan. Namun, teknis pematian listrik PLN (yang akan lakukan)," pungkasnya.


