TANGERANG, KOMPAS.com - Pembangunan tanggul Situ Gintung di Kelurahan Cirendeu, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan akan dibangun awal Desember mendatang menyusul rampungnya Design Engineering Detail (DED) proyek tersebut. Dana pembangunan tanggul senilai Rp 91 miliar tersebut sepenuhnya menjadi tanggungjawab dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2009.
Kepastian itu mengemuka setelah antara Pemerintah Kota Tangerang Selatan dengan Balai Besar Waduk Sungai Ciliwung Cisadane dan sejumlah pejabat di pemerintah pusat lainnya bertemu, Minggu (22/11).
"Dari hasil pertemuan ini mengemuka, pembangunan Situ Gintung akan dimulai awal Desember, jelas Staf Ahli Penjabat Wali Kota Tangerang Selatan Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ayi Ruhiyat kepada Kompas menanggapi kekhawatiran warga Situ Gintung dan sekitarnya pascaguyuran hujan yang rutin berlangsung dalam sepekan terakhir (Kompas, 22/11).
Selesai tender
Menurut Ayi, pembangunan tanggul tersebut akan menggunakan APBN. "Proses tender atau pelelangan pengerjaan proyek pembangunan tanggul itu sudah selesai. pelaksana pembangunan itu akan dilakukan oleh kontraktor dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN)," papar Ayi.
Ia merinci, dari anggaran pembangunan tersebut sudah termasuk dana untuk pembebasan tanah milik masyarakat untuk lahan pintu tanggul Situ Gintung seluas 26 meter persegi. "Lahan tersebut akan dibuat aliran hingga ke Sungai Pesanggrahan, Jakarta Selatan, termasuk pembangunan jogging track dan kawasan lahan terbuka hijau," tambah Ayi.
Dalam penataannya, lanjut Ayi, ke depannya di sekitar Situ Gintung tidak akan ada lagi jaring apung, sebagaimana yang terjadi selama ini. "Ke depannya operasional Situ Gintung akan lebih ditegaskan untuk menampung air. Bukan untuk kepentingan pariwisatan atau usaha lainnya, jelas dia.
Tidak dihuni
Ayi menjelaskan, seharusnya saat ini tidak ada lagi bangunan dan warga yang tinggal di sekitar bantaran situ, pascajebolnya tanggul tersebut. "Sejak tanggul jebol, warga sudah dilarang untuk tinggal di sekitar kawasan itu," paparnya.
Terkait dengan dampak terhadap banjir di Jakarta karena air di Situ Gintung belum tertampung, Ayi tidak mau berkomentar panjang. "Itu adalah kewenangan Balai Besar Waduk Sungai Ciliwung-Cisadane. Kami ini (Tangsel) hanyalah sebagai fasilitator," katanya.
Yang menjadi tanggung jawab dari pemerintah kota Tangsel, kata Ayi, adalah pembangunan infratruktur di sekitar Situ Gintung yang rusak akibat banjir badang tersebut. "Pembangunan jalan ini sudah diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum Tangsel," tambahnya.