
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemadaman dilakukan berkaitan dengan pemindahan menara sambungan udara tegangan ekstra tinggi (sutet) 500 kilovolt di Jalan Kolonel Sugiono, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur. Menurut Parno, Pejabat Pembuat Komitmen Banjir Kanal Timur, menara sutet itu dipindahkan karena berdiri di tengah aliran Kanal Banjir Timur. ”Tentu akan sangat berbahaya jika sutet tidak dipindahkan, sementara di bawahnya ada aliran air,” kata Parno. Pemadaman listrik ini akan dilakukan pukul 06.00-16.00 selama enam sampai sembilan hari. Mengenai daerah mana yang akan terkena pemadaman, Parno mengatakan, hal itu akan diumumkan oleh PLN. Akan tetapi, diperkirakan banyak yang terkena dampak, mengingat sutet itu menghubungkan Bekasi dan Cengkareng melalui Gardu Induk Cililitan. Sutet itu akan diganti dengan dua menara yang terletak di pinggir Jalan Kol Sugiono. Menara yang masing-masing setinggi 72,5 meter itu akan mulai didirikan pada 29 November. Pitoyo Subandrio, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, berharap warga Jakarta, Bekasi, dan Tangerang yang terkena pemadaman listrik maklum karena pemindahan tersebut demi kepentingan khalayak luas. ”Kami meminta pengertian dan dukungan masyarakat untuk masalah ini. Kami akan berusaha yang terbaik dan cepat,” kata Pitoyo. Selain masalah listrik, pembangunan Kanal Banjir Timur juga membuat kawasan di sekitar proyek berdebu karena tanah galian yang berceceran. Saat hujan, jalan di sekitar galian menjadi licin dan rawan kecelakaan. Pitoyo berjanji akan menegur kontraktor yang tidak memerhatikan kebersihan dan keamanan lingkungan. Namun, bagi pengendara motor, Pitoyo mengimbau agar juga berhati-hati.