KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Gagal Merampas Motor, Maling Lepaskan Dua Kali Tembakan
Senin, 23 November 2009 | 13:33 WIB
ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang maling melepaskan tembakan hingga dua kali setelah gagal mengambil sepeda motor, Minggu (22/11) sekitar pukul 20.00 WIB. Dia kepergok pemiliknya di Jalan Pemuda IV RT 10/04 Rawamangun, Jakarta Timur.

Pusat Komunikasi dan Informasi Polda Metro Jaya di Jakarta, Senin (23/11), mengatakan tidak ada korban jiwa atau luka akibat kejadian itu. Dua tembakan itu mengenai pintu garasi dan kaca jendela rumah.

Petugas Polsek Metro Pulogadung yang melakukan olah tempat kejadian perkara menemukan sebutir proyektil peluru. Tersangka masuk ke dalam garasi dengan melompat pagar samping lalu masuk ke dalam garasi.

Ketika sedang mengotak-atik sepeda motor yang berada di garasi rumah, tersangka kepergok oleh pemilik rumah bernama Andi. Korban lalu meneriaki sebagai maling sehingga membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi kejadian. Tersangka lalu kabur tanpa membawa hasil sambil melepaskan tembakan dua kali.

Warga sekitar tidak berani mengejar karena tersangka membawa senjata api. Kejadian tersebut kini ditangani Unit Reserse Kriminal Polsektro Pulogadung.

46 tabung gas raib

Sementara itu, toko penjual gas elpiji di Jalan Raya Krukut Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, dibobol maling hingga menyebabkan 46 tabung gas hilang.

Tersangka yang diduga berjumlah lebih dari satu orang dan menggunakan mobil itu masuk ke dalam toko milik Dwi Indriyani (44) dengan merusak pintu.

Akibat kejadian itu, korban menderita kerugian belasan juta rupiah. Kasus ini masih diselidiki oleh Polsek Metro Limo.

Penulis: SOE   |   Editor: hertanto   |   Sumber : ANT Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.