BANDA ACEH, KOMPAS.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Aceh menyebutkan sepanjang 2009 jumlah penderita HIV/AIDS bertambah 13 orang sehingga menjadi 43 orang. "Tahun ini terdapat penambahan 13 kasus, enam di antaranya masih dinyatakan mengidap virus HIV," kata Staf Bidang Penanganan dan Penanggulangan Penyakit Menular (P2PL) HIV/AIDS, Dinkes Provinsi Aceh Dr Burhanuddin di Banda Aceh, Senin (23/11).
Hal tersebut disampaikannya dalam seminar kesehatan peduli HIV/AIDS 2009 di Banda Aceh yang diikuti oleh siswa dan mahasiswa se-Kota Banda Aceh.
Menurut Burhanuddin, kasus terbaru ditemukan di beberapa Kabupaten di antaranya Aceh Tenggara, Singkil, dan Subulussalam. "Rata-rata kasus AIDS ini ditularkan dari hubungan seksual dan pengguna narkoba suntik," katanya.
Dinas Kesehatan mencatat hubungan seksual masih menjadi penyebab utama penularan virus tersebut.
Kasus HIV/AIDS mulai dilaporkan meningkat signifikan di Provinsi Aceh sejak 2004 hingga 2008. "Data yang kami miliki dari 2004 hingga 2008 menunjukkan ada 30 kasus yang rata-rata pengidapnya tertular akibat hubungan seksual," katanya.
Ia menilai penyebaran yang tinggi itu diakibatkan oleh perubahan gaya hidup semenjak banyak orang asing masuk ke Aceh pascabencana tsunami 2004. "Banyak orang menilai ini akibat perubahan gaya hidup dan banyaknya pendatang luar yang juga berisiko tinggi mengidap penyakit ini ke ke Aceh," katanya.
Sementara itu, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Aceh melaporkan sepanjang 2004-2008 terdapat 30 kasus pengidap HIV/AIDS, sebanyak 15 penderitanya kini meninggal dunia. Sebanyak 15 kasus ditularkan melalui penggunaan jarum suntik narkoba, dan selebihnya dilaporkan tertular akibat hubungan seksual.
"Data tersebut mencatat kasus HIV/AIDS di Aceh didominasi laki-laki sebanyak 25 penderita dan 15 perempuan," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Aceh Ormaia Nyak Umar.


