KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Nasrudin Sempat Ingin Laporkan Antasari kepada Presiden
Selasa, 24 November 2009 | 10:10 WIB
FRANS AGUNG
Jefry Lumampow, pengacara sekaligus teman Nasrudin Zulkarnaen, sedang memberikan kesaksian dalam sidang Antasari Azhar di PN Jakarta Selatan, Selasa (24/11).
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Alm Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen tidak punya kebiasaan shalat. Namun, ketika ia mendapat ancaman dari mantan Ketua KPK Antasari Azhar, suami Rani Juliani itu langsung shalat khusuk. Demikian diungkap Jefry Lumampow, konsultan hukum sekaligus teman Nasrudin.

"Bos, mohon maaf kok Anda begitu khusuk, kelihatannya Anda ada masalah," tanya Jefry kepada Nasrudin dalam kesaksiannya dalam sidang Antasari di PN Jakarta Selatan, Selasa  (24/11). Kala itu mereka berdua shalat maghrib di Pondok Indah, Jakarta Selatan, seusai main golf pada Februari 2009.

Menurut Jefry, saat itu Nasrudin sedang punya masalah berat setelah mendapat SMS bernada ancaman dari Antasari. "Ini adalah masalah kita, cukup kita saja yang tahu. Kalau di blow up Anda akan terima konsekuensinya," kata Jefry soal isi SMS di ponsel Nasrudin.

Lebih lanjut, Nasrudin mengungkapkan bahwa masalahnya dengan Antasari adalah soal pelecehan seksual yang dialami istrinya. Karena kesal, ia sempat ingin mengadukan hal ini kepada Presiden melalui Ibu Negara. "Saya meredamnya. Kalau tidak punya alasan yang kuat jangan dilakukan," ungkap Jefry mengingatkan Nasrudin.

Selain Jefry yang akan memberikan kesaksian dalam sidang yang dipimpin Herri Swantoro, juga ada Imelda Fitri, pengacara dan teman Nasrudin, serta Ina Susanti, staf KPK Bidang Analisis. adapun Wakil Ketua (nonaktif) KPK Chandra M Hamzah yang juga dijadwalkan hadir sebagai saksi belum kelihatan di pengadilan.

Penulis: ONE   |   Editor: wsn Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.