SOUTHWARK, KOMPAS.com - Seorang pria diduga telah menikam anaknya yang masih berusia empat tahun, sebelum ia kemudian mengakhiri hidupnya dengan menusukkan sebuah pisau.
Polisi kemudian datang ke sebuah apartemen di Southwark, arah tenggara London, pagi kemarin setelah tetangga yang mendengar suara gaduh orang marah, menghubungi mereka.
Diduga, sang ibu dari bocah itu telah menghubungi 999 sekira pukul 06.15 waktu setempat untuk melaporkan bahwa suaminya berusaha membunuh anak laki-laki mereka.
Namun ketika polisi tiba di permukiman Lynton Estate, mereka menemukan seonggok jasad bocah yang tewas tertikam. Sementara sang istri telah dilarikan ke rumah sakit karena mengalami tikaman pada bagian lehernya.
Juru bicara kepolisian metropolis mengatakan, pria berusia 31 tahun yang kini dijaga di rumah sakit dalam kondisi serius. Petugas dari biro investigasi kekerasan pada anak telah menangkap dan memeriksanya.
Kelly Turner, 34, ibu dua anak yang tinggal di lantai di atas keluarga yang terlibat pertengkaran itu mengatakan, pertama kali ia mengetahui insiden itu saat dia mendengar teriakan sang ibu.
"Saya mendengar dia berteriak histeris di garasi mobil, wanita itu syok karena lehernya mengeluarkan banyak darah," katanya.
"Dia bilang, anakku-anakku." Polisi kemudian datang dan mengetuk pintu dan mengatakan," Di mana anak Anda, di mana mereka."
Ny Turner menambahkan, keluarga yang baik dan tenang itu tidak pernah memiliki masalah sebelumnya. Mereka adalah warga yang taat beribadah ke gereja secara rutin. "Terakhir kali saya melihat mereka ke Gereja pada Minggu lalu. Mereka keluarga yang terhormat," katanya
Juru bicara kepolisian mengatakan, tidak ada satu pun orang yang ditangkap dan petugas saat ini tidak menacri siapa-siapa lagi. "Polisi telah menginvestigasi sebab-sebab kematian bocah ini. Kami tahu identitas sang bocah, namun pihak kerabat belum kami beritahu tentang hal ini ," ujarnya.
Pria (tersangka) yang tinggal di selatan London ini diduga melakukan kekerasan tersebut dalam keadaan stabil. Penyelidikan atas kasus ini, kini tengah dilakukan Inspektur Keith Braithwaite.


