Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 06:55 WIB
Pantai Jakarta Dipenuhi Tumpukan Sampah
| jimbon | Rabu, 25 November 2009 | 07:14 WIB
|
Share:

FRANS AGUNG
Foto diambil dari atas Pintu Air Marunda, bagian dari BKT, memandang ke laut yang akan menjadi muara. Sampai saat ini BKT masih dalam pembangunan, namun diperkirakan akhir tahun ini sudah selesai, Minggu (22/11).

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com Pantai Marunda yang menjadi obyek wisata gratis bagi warga Jakarta kini dipenuhi sampah. Tumpukan sampah ini mulai mengeras karena sudah terkumpul sejak satu bulan lalu. Sampah-sampah ini tidak hanya ditemukan di Pantai Marunda, melainkan hampir di sepanjang pantai Jakarta.

 

Menurut Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara Indra Wijaya, penumpukan sampah terjadi karena minimnya fasilitas kebersihan yang dimiliki Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara. Kondisi ini diperburuk dengan kesadaran masyarakat Jakarta akan kebersihan yang sangat rendah. Tumpukan sampah itu tidak hanya berasal dari daratan, tetapi juga laut.

”Fasilitas kebersihan yang kami miliki untuk mengambil sampah di pantai Jakarta hanya lima kapal pengambil sampah. Satu berukuran besar dan empat lainnya kecil. Namun, kapal yang besar sudah sebulan rusak dan masih diperbaiki,” tutur Indra.

Setiap hari, dengan kelima kapal itu, sudin kebersihan mengangkut sebanyak 45-50 kubik sampah dari pantai. ”Itu hanya sampah dari Muara Baru dan hutan mangrove di Kapuk, sedangkan sampah di wilayah yang lain belum bisa kami ambil,” kata Indra.

Sementara itu Ali, warga Marunda, Jakarta Utara, mengatakan sangat terganggu tumpukan sampah di pantai. Selain mengganggu keindahan dan kesehatan, sampah itu sering terbawa ke dalam rumah jika gelombang pasang naik. ”Kami harus mengeluarkan dana untuk membuat jaring penangkap sampah agar tidak terbawa air masuk ke rumah,” kata Ali.

Sementara itu Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Budi Karya Sumadi mengatakan, sampah yang menyangkut di pantai Ancol Taman Impian memang luar biasa. Terlebih pada saat musim gelombang pasang. Meskipun sudah dibersihkan, keesokan harinya ketebalan sampah bisa mencapai 75 sentimeter. (ARN)

Sumber :
Kompas Cetak