
BEKASI, KOMPAS.com —
Sudarto, warga perumahan Pondok Gede Permai, Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Selasa (24/11), menyatakan, warga selalu memantau kondisi Kali Cileungsi dan Kali Cikeas, dua sungai di Bogor yang merupakan sumber Kali Bekasi. Perumahan Pondok Gede Permai berlokasi di bantaran Kali Bekasi.
”Kalau hanya hujan deras, kami tidak khawatir. Namun, kami akan waswas kalau daerah Bogor hujan dan air Kali Bekasi terus meninggi,” kata Sudarto.
Sudarto menambahkan, berdasarkan pengalaman saat banjir tahun 2007, air Kali Bekasi meninggi apabila di daerah Bogor dan hulu Kali Bekasi hujan dalam waktu cukup lama.
Pemantauan menunjukkan ketinggian air Kali Bekasi terlihat masih normal. Tanggul sepanjang Kali Bekasi, termasuk di kompleks Perumahan Pondok Gede Permai, sudah diperbaiki dan tampak kokoh.
Kondisi serupa juga terpantau di kompleks Perumahan Pondok Mitra Lestari. Kali Bekasi membentang mulai dari Jatiasih, Kota Bekasi, sampai Babelan, Kabupaten Bekasi.
Sekretaris Kelurahan Jatirasa Sofyan Hadi mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sudah membentuk tim pemantau bantaran Kali Bekasi dan kelompok kerja penanggulangan bencana alam sampai kelurahan. ”Kami pun berkoordinasi dengan masyarakat,” katanya.
Secara terpisah, Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad menyatakan bahwa pemerintah kota mendapat bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Sebagian bantuan dialokasikan untuk memperkuat tebing Kali Bekasi dan untuk menormalisasi saluran di perkotaan.
”Kami juga berharap Proyek Kanal Banjir Timur segera selesai dikerjakan agar sungai-sungai di Kota Bekasi, seperti Kali Cakung, memiliki outlet ke kanal banjir tersebut,” kata Mochtar.
Selain Kali Cakung, sungai di Bekasi yang hilirnya berada di wilayah DKI Jakarta, antara lain, adalah Kali Sunter dan Kali Bojong Rangkong.
Daerah di sekitar ketiga aliran sungai itu serta Kali Sasak Jarang, Kali Rawa Tembaga, Kali Blencong, dan Kali Bekasi dinyatakan rawan banjir.