JAKARTA, KOMPAS.com - Pendapatan PT Pembangunan Jaya Ancol dari sektor rekreasi, yaitu Ancol Taman Impian, meningkat. "Tahun ini, pemasukan dari segmen wisata naik 15 persen," ungkap Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Budi Karya Sumadi, kemarin.
Pada presentasi PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk yang digelar di Gedung Cordova, Ancol, Jakarta Utara, Budi Karya menjelaskan, peningkatan pendapatan itu merupakan dampak dari tingginya jumlah pengunjung ke kawasan wisata Ancol Taman Impian.
Per kuartal tiga tahun 2009 ini, jumlah pengunjung Ancol mencapat 9,169 juta orang atau senilai Rp 412,771 miliar atau naik 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2008 yang hanya Rp 359,849 miliar.
Lebih lanjut Budi Karya mengatakan, secara keseluruhan, total pendapatan perseroan hingga kuartal ketiga tahun ini mencapai Rp 508,716 miliar. Selain dari segmen pariwisata, perseroan memperoleh pendapatan dari segmen real estate sebesar Rp 51,304 miliar. Pendapatan dari segmen trading & service mencapai Rp 44,641 miliar.
"Dari perolehan pendapatan itu, selama kuartal ketiga tahun ini perseroan memperoleh laba operasi Rp 93,140 miliar atau dengan marjin 18,31 persen. Laba bersih mencapai Rp 72,823 miliar," ujarnya.
Terkait dengan hal itu, ungkap Budi, pada 2010 perseroan akan menganggarkan capital expenditure sebesar Rp 520,93 miliar. "Sebagian besar direncanakan untuk membiayai pengembangan fasilitas dan kawasan wisata, yaitu sebesar Rp 265,28 miliar, untuk pengembangan proyek properti Rp 225,95 miliar, dan lain-lain Rp 29,70 miliar.
Budi menambahkan, strategi penambahan pendapatan untuk segmen rekreasi pada 2010, perseroan menambah wahana baru di salah satu unit rekreasi antara lain Dunia Fantasi dan melakukan sejumlah perbaikan wahana.
"Perseroan akan terus menyelenggarakan international show secara reguler seperti yang terbaru akan menghiasi sepanjang Desember 2009 sampai Januari 2010 antara lain Wolverine International Show di Dufan dan Dakota Joe Stunt di Gelanggang Samudera. Kami juga akan terus mengembangkan wisata kuliner ke luar Jawa," tegasnya.
Selain itu, kata Budi, perseroan tengah bergeliat untuk berekspansi mengembangkan pangsa pasar di mancanegara dengan pentas lumba-lumba di Soui Tien Park, Ho Chi Minh, Vietnam. Nilai investasi di negara tersebut sebesar Rp 10 miliar. Ekspansi bisnis tempat rekreasi ini juga akan dilanjutkan di China dan Thailand.

Severity: Notice
Message: Undefined variable: output
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 748

