KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Jangan Asal Cuci Tangan!
Rabu, 25 November 2009 | 15:58 WIB
R.A. KHAIRUN NISA
Praktik mencuci tangan, dalam Seminar Hand Hygiene, "Budayakan Cuci Tangan untuk Kesehatan" di RSUP Persahabatan, Rabu (25/11). Seminar tersebut menekankan pentingnya kebersihan tangan untuk mengendalikan infeksi.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pentingnya mencuci tangan terus digalakkan oleh para tenaga medis, terutama karena perhatian masyarakat kepada kebersihan tangan masih kurang. Yang sering terlewatkan adalah membersihkan sekitar kuku dan sela-sela jari.

Sosialisasi budaya mencuci tangan kepada para tenaga medis di wilayah Jakarta Timur baru saja diadakan siang tadi, mengingat banyaknya kemungkinan penyebaran kuman lewat lingkungan dan alat-alat medis lainnya.

"Infeksi dapat datang dari diri kita sendiri, tenaga kesehatan kepada pasien, dan lingkungan seperti udara, makanan, debu, dan alat-alat," kata Dr Rinaldi Panjaitan, SpMK dalam seminar "Budayakan Cuci Tangan untuk Kesehatan" di RSUP Persahabatan, Jakarta, Rabu (25/11).

Ada tujuh langkah yang diperlukan untuk menjaga kebersihan tangan kita. Ketujuh langkah tersebut, yaitu melepaskan cincin dan jam tangan sebelum mencuci tangan, kemudian ambil sabun secukupnya.

Gosok telapak tangan kanan di atas punggung telapak tangan kiri dan sebaliknya. Kemudian gosok telapak tangan dengan telapak dan jari saling terkait. Letakkan punggung jari pada telapak satunya dengan jari yang saling mengunci.

Jempol kanan digosok memutar oleh telapak tangan kiri dan sebaliknya. Jari tangan kiri menguncup, gosok memutar ke kanan dan ke kiri pada telapak tangan kanan dan sebagainya.

Langkah terakhir, yaitu pegang pergelangan tangan kiri dengan tangan kanan dan sebaliknya. Mencuci tangan dengan asal dapat menyisakan kuman-kuman di tangan.

Penulis: C14-09   |   Editor: hertanto Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.