BEKASI, KOMPAS.com - Laporan terkini Dinas Kesehatan Kota Bekasi menyebutkan, 18 anak balita terinfeksi human immunodeficiency virus (HIV), virus yang menyebabkan menurunnya kondisi kekebalan tubuh manusia. Keadaan anak balita itu diketahui setelah ibu mereka memeriksakan kondisi kesehatan anak-anaknya ke rumah sakit. ”Gejala sakitnya bermacam-macam, tetapi umumnya karena diare terus-menerus atau akibat pneumonia (radang paru-paru),” kata Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit di Dinas Kesehatan Kota Bekasi Pusporini, di Kota Bekasi, Rabu (25/11). Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Retni Yonti mengatakan, para anak balita itu tertular virus dari ibunya. Retni menambahkan, ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan kondisi kesehatan mereka terlambat diketahui, antara lain karena ibunya tak mengetahui dia terpapar HIV atau sudah tahu, tetapi malu. Menurut Retni, ada kemungkinan pula ibunya sudah tahu, tetapi tidak memiliki akses ke rumah sakit yang melayani PMTCT (prevention of mother to child HIV transmission/pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke janin). Rumah sakit di Kota Bekasi saat ini belum memiliki layanan PMTCT. Pemantauan Dinas Kesehatan Kota Bekasi juga menunjukkan, kasus HIV/AIDS cenderung meningkat. Sepanjang Januari sampai September 2009, ditemukan 84 kasus HIV/AIDS baru. Secara kumulatif, jumlah kasus HIV/AIDS di Kota Bekasi sejak 2005 sampai September 2009 mencapai 1.144 kasus, terdiri atas 565 kasus HIV dan 579 kasus AIDS. Laporan rumah sakit yang menjadi sumber data Dinas Kesehatan Kota Bekasi juga menyebutkan, dalam sembilan bulan terakhir, sampai September 2009, sebanyak 21 penderita HIV/AIDS di Kota Bekasi meninggal dunia.


