Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 18:19 WIB
Prioritaskan Daging untuk Fakir Miskin
Taufiq Zuhdi | tof | Jumat, 27 November 2009 | 07:54 WIB
|
Share:

MATARAM, KOMPAS.com — Pengurus Masjid Baitussalam Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) lebih memprioritaskan daging kurban untuk kaum fakir miskin, sedangkan panitia baru diperbolehkan mengambil bagiannya jika sasaran utamanya terlayani.

Pengurus Masjid Baitussalam mengemukakan hal itu di Mataram seusai shalat Idul Adha 1430 Hijriah di lapangan Mapolda NTB, Jumat (27/11). Pengurus masjid yang terlibat dalam kepanitiaan mengatur pembagian daging kurban itu sesuai jumlah fakir miskin yang menjadi sasaran pembagian daging kurban, yakni warga yang bermukim tidak jauh dari Mapolda NTB.
     
Pengurus Masjid Baitussalam Polda NTB mengumumkan, jumlah hewan kurban yang terhimpun sebanyak tujuh ekor sapi dan 20 ekor kambing. Sementara masjid di lingkungan Brimob Polda NTB menghimpun satu ekor sapi dan 14 ekor kambing.

Jumlah hewan kurban itu diumumkan sebelum pelaksanaan shalat Idul Adha di lapangan Mapolda NTB yang dipimpin imam TGH Sabaruddin, pemimpin Pondok Pesantren Nurul Quran Lombok Tengah, sedangkan khotbah disampaikan TGH Lalu Mala Sar’i, LC yang juga salah satu pemimpin pondok pesantren di Kabupaten Lombok Tengah.

Dalam khotbahnya, Sar’i mengajak umat Islam agar selalu memiliki jiwa berkorban yang diridai Allah SWT. "Marilah kita maknai hari Idul Adha sebagai momentum pengorbanan sekaligus kesetiaan terhadap Allah SWT dengan perbuatan sehari-hari yang mencerminkan sikap pengorbanan terhadap kaum yang lemah," ujarnya.

Ustaz lulusan universitas di Timur Tengah itu juga mengajak umat Islam untuk memaknai keunggulan ibadah haji dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, ibadah haji mengandung makna kemanusiaan dan nilai-nilai universal yang seharusnya selalu terpatri dalam diri umat Islam yang menunaikan ibadah haji.  
     
"Makna itu yang dipraktikkan ketika seorang umat Islam menunaikan ibadah haji, yakni ritual keagamaan beserta larangan yang harus dipatuhi," katanya.

Sumber :
ANT