KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Bertahan di Kolong Tol dengan Penyakit Kulit
Jumat, 27 November 2009 | 12:23 WIB
SONORA/Widiarso
Kebakaran di Kalipasir, Penjaringan, Jakarta Utara, 27 September 2009

JAKARTA, KOMPAS.com — Puluhan warga korban kebakaran di Kampung Rawa Bebek, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, masih bertahan di pengungsian yang terletak di kolong tol Rawa Bebek, akses menuju Bandara Soekarno-Hatta. September lalu, ratusan rumah di lokasi tersebut ludes dilalap api akibat kebakaran hebat. Mereka pun mengungsi ke kolong tol yang letaknya tidak jauh dari lokasi. 

Belum adanya bantuan pemerintah untuk melakukan relokasi membuat warga masih bertahan di kolong tol. Hampir tiga bulan sejak kebakaran tersebut, warga mulai dihinggapi berbagai penyakit kulit.

Lokasi penampungan tersebut memang sangat tidak layak dan berpotensi menimbulkan penyakit. Tidak adanya fasilitas MCK yang memadai dan banyaknya sampah yang bertebaran membuat warga dihinggapi penyakit kulit. Kebanyakan diderita oleh anak-anak dan balita. 

Seperti dialami oleh Indra Saputra. Balita berusia 4 tahun ini menderita alergi dan gatal-gatal di sekujur badannya. Kulitnya tampak menjadi bercak-bercak putih dan kemerahan jika digaruk. "Tiap hari nangis-nangis terus. Gatel soalnya," kata Julaeha, ibunya, Jumat (27/11).

Julaeha mengaku sudah membawa anaknya ke posyandu. Ia hanya dibekali obat-obatan seadanya. Namun, hingga kini gatal-gatal yang diderita Indra belum kunjung hilang. "Mungkin soalnya kita masih tinggal di penampungan. Ya susah sembuhnya. Orang kotor begini," ujarnya.

Tak hanya anak-anak, hal serupa juga menimpa Suhardi (58). Pria paruh baya ini juga menderita alergi dan gatal-gatal. Penyakit ini dideritanya semenjak berada di penampungan. Meski demikian, ia enggan memeriksakan dirinya ke petugas kesehatan. "Enggak ada biaya. Kita mah juga udah biasa kayak begini," ujarnya.

Puluhan warga yang berada di penampungan sebagian besar berasal dari RW 3 dan RW 4 dari 12 RW di Kelurahan Penjaringan. Hingga kini belum ada tanggapan dari pemerintah dan Dinas Kesehatan terkait penyakit kulit yang menghinggapi warga.

Penulis: C11-09   |   Editor: jimbon Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.