KOMPAS
Senin, 22 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Saat Mualaf Berkurban
Jumat, 27 November 2009 | 14:18 WIB
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Penjualan sapi kurban terlihat kawasan Pisangan, Jakarta Timur, Senin (23/11). Menjelang Hari Raya Idul Adha harga sapi kurban mengalami kenaikan dari Rp. 28.000/kg menjadi Rp. 45.000/kg. Harga sapi kurban yang dijual berkisar Rp. 8,5 juta-Rp. 45 juta/ekor.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Masjid Lautze berencana membagi-bagikan 600 kantong daging kurban kepada warga sekitar masjid yang terletak di Jalan Lautze, Krekot, Jakarta, besok. Pada tahun ini, masjid tersebut menerima 24 hewan kurban, yang terdiri dari dua ekor sapi dan 22 ekor kambing.

Masing-masing kantong berisi 1 kilogram daging kurban. Demikian hal ini disampaikan Ketua Yayasan Haji Karim OEI, HM Ali Karim Oei, kepada Kompas.com, Jumat (27/11).

"Sumbangan hewan kurban ini berasal dari jemaah Masjid Lautze," ujar Ali. Ali mengatakan, penerimaan kurban pada tahun ini berkurang dibandingkan tahun sebelumnya.

Pasalnya, beberapa pihak telah menyalurkan anggaran bantuannya ke lokasi-lokasi bencana alam. Salah satu hal yang menarik, sebagian jemaah masjid yang telah berdiri 18 tahun ini mualaf.

Mereka juga berkontribusi terhadap perolehan hewan kurban masjid tersebut. Salah seorang mualaf tersebut, Abun, yang baru saja memeluk agama Islam selama tiga tahun.

Abun pun sempat menjelaskan alasan mengapa dirinya berkurban. "Berkurban berarti berbagi terhadap sesama. Berkurban juga berarti menjalankan ajaran Islam. Walaupun masih baru belajar, saya ingin melaksanakan apa yang telah saya pelajari," tandasnya.

Penulis: HIN   |   Editor: jimbon Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.