Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 18:35 WIB
Istiqlal Akan Benahi Sistem Penyaluran
| tof | Sabtu, 28 November 2009 | 10:53 WIB
|
Share:

SANDRO GATRA
Meski mendapat kupon, warga tidak dapat mengambil jatah daging kurban di Masjid Istiqal Jakarta Pusat, Sabtu (28/11).

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Panitia kurban Masjid Istiqlal berjanji akan memperbaiki sistem penyaluran daging kurban pada tahun-tahun berikutnya untuk meminimalkan keluhan warga. Seperti tahun ini, warga mengeluhkan sistem pembagian yang tidak baik.

"Kami tetap berusaha terus perbaiki sistem penyaluran," ucap Ketua Panitia Kurban Syamsudin ketika ditemui Kompas.com di lingkungan masjid, Sabtu (28/11).

Seperti diberitakan, ribuan warga telah berkumpul di luar masjid sejak Jumat (27/11) malam, menunggu pembagian daging. Meski telah menunggu, mengantre, dan berdesak-desakan, ratusan warga tidak mendapat daging. Selain itu, warga yang telah memiliki kupon juga tak mendapatkan jatah daging.

Syamsudin menjelaskan, pihaknya sejak tiga tahun lalu telah mengubah waktu pemotongan dari pagi hari menjadi malam hari untuk dibagikan keesokan hari. "Dulu motongnya pagi dan dibagiin sore. Warga udah nunggu dari pagi, siangnya kepanasan. Kalau sekarang malam dipotong, paginya dibagi," papar Syamsudin.

Menurut dia, pihaknya tidak dapat menghentikan pembagian daging langsung kepada warga dan menyalurkan ke yayasan-yayasan. Secara perlahan, pihaknya akan mengurangi hewan yang dipotong untuk disalurkan langsung kepada warga.

"Kita sudah menyalurkan langsung ke warga selama bertahun-tahun. Kalau tiba-tiba dihentikan, bisa ngamuk warga. Jadi sedikit-sedikit kita kurangi penyaluran langsung dan kita alihkan ke yayasan-yayasan," ujarnya.

Panitia, lanjut Syamsudin, tidak berkewajiban mengatur ribuan warga yang menunggu di luar lingkungan masjid sejak Jumat malam. Hal itu merupakan kewajiban pihak kepolisian untuk menertibkan. "Kemarin malam banyak yang tidur di jalur busway. Kewajiban kita hanya mengatur di lingkungan masjid. Di luar itu polisi dan pemda yang seharusnya mengatur. Kita sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian," tambah dia. SANDRO