Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 18:36 WIB
Kesempatan Terakhir Pedagang Hewan Kurban Tanah Abang
PURI | acandra | Sabtu, 28 November 2009 | 16:16 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com – Pedagang hewan kurban harian yang ada di Pasar Tanah Abang, Jakarta, terancam tidak akan bisa berjualan lagi tahun depan. Hal ini akibat lahan yang biasa mereka gunakan untuk berjualan rencananya dalam waktu dekat akan digusur dan dijadikan pusat perbelanjaan modern.

Sebelumnya, para pedagang hewan kurban harian ini ditempatkan di dalam Pasar Tanah Abang oleh PD Pasar Jaya. Kemudian beberapa waktu yang lalu mereka dipindahkan keluar. Tak hanya sampai di situ, ternyata kembali terdengar kabar bahwa PD Pasar Jaya akan segera memindahkan para pedagang tersebut ke tempat lain.

Ketika diwawancarai Kompas.com di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (29/11) para pedagang tersebut mengeluhkan nasibnya. Salah seorang pedagang yang tak mau disebutkan namanya menjelaskan bahwa sejak ditempatkan di luar pasar, mereka sering terancam pengusiran oleh Kamtibmas.

Alhasil, mereka seringkali harus menutup lapak dagangannya untuk menghindari “penertiban”, dan itu berarti mereka seringkali harus merugi.

Pedagang tersebut menegaskan pula bahwa ia dan teman-temannya berharap PD Pasar Jaya lebih mengutamakan kepentingan masyarakat kecil seperti mereka dibandingkan kepentingan kaum pemilik modal.

“Kita sih berharap nggak jadi digusur lagi ke tempat lain sama PD. Karena kita kan udah lama banget di sini dari waktu Pasar Tanah Abang baru jadi kita udah di sini. Yah, istilahnya kita pedagang asli sini-lah. Masa digusur? Tapi yah kita nggak tau juga, namanya juga orang kecil cuma bisa ngarep. Kalo yang nggak berduit pasti susah masuk, kalo kita berduit pasti bisa masuk deh kita. Apalagi di Indonesia, yang nggak berduit tersisih, yang berduit jadi raja, kayak si Anggodo itu,” ujarnya pasrah.