KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Tunggu Hujan Reda Ditemani Iga Sapi Panggang
Laporan wartawan KOMPAS Ratih P Sudarsono
Minggu, 29 November 2009 | 18:22 WIB
KOMPAS/ Ratih P Sudarsono
Iga sapi panggang andalan Dadong Iga Panggang tampil dengan kentang nasi, dengan bumbu diberi manis madu atau cabai pedas, sesuai selera pemesannya.

BOGOR, KOMPAS.com - Belakangan ini hujan makin sering turun di Kota Bogor. Bahkan, kerap cukup deras dan lama pula. Warga asli nya bilang, Kota Hujan itu sekarang tidak sedingin dulu. Namun, tetap saja kalau hujan turun sore atau petang hari, Bogor lumayan dingin. Apalagi kalau terjebak kemacetan lalu lintas, yang juga makin sering, seiring kerapnya hujan turun. Cuaca dingin itu, membuat perut tambah lapar pula.  

Dari pada kedinginan dan kelaparan karena masih jauh dari rumah, lebih baik mampir ke Dadong Iga Bakar, yang berlokasi di Warung GI (Gerai IPB) di Jalan Taman Kencana Nomor 3, Sempur, Bogor Tengah. Kompleks ini, yang nantinya akan dikembangkan menjadi Agri Park (pusat jajanan dan agrowisata milik IPB), eks-kompleks Fakultas Kedokteran Hewan IPB Sempur.  

Sesuai namanya, Dadong Iga Bakar, tempat makan ini menyajikan hidangan spesial pada masakan iga sapi bakar atau panggang. "Untuk Kota Bogor, kami pelopor dan satu-satunya café dengan iga sapi panggang sebagai masakan utama dan andalan. Sudah delapan bulan kami di sini," kata Cecep M uhammad Wahyudi (31), motor kafe tersebut.  

Menikmati iga bakar di kafé nya Minggu (29/11) siang, sungguh tidak membuat hati kecut. Sebab, daging iga yang panas, nyaris bebas lemak dan empuk. Cukup ditekan dengan garpu lalu sendok menorehnya, daging panggang itu pun terpotong atau lepas dari tulangnya. Dagingnya terasa legit dan gurih, berpadu dengan enaknya kecap manis yang membaur dengan kesegaran air jeruk nipis, bawang merah, dan tomat hijau. Kalau mau pedas, sambal cabe segar tersedia, tinggal dicampur dengan bumbu kecapnya.  

"Daging iga kami pasok dari rumah pemotongan ternak milik IPB. Iga yang kami terima, kualitas prima dengan lemak sedikit. Iga sapi kami rebus empat jam hingga dagingnya lunak. Proses pembakaran sedemikian rupa, ini juga menghilangkan lemak. Air bekas rebusannya, kami buang," tutur dokter hewan lulusan Institut Pertanian Bogor tahun 2004 itu.  

Iga panggang tersebut padanannya kentang goreng atau nasi putih, yang dilengkapi satu mangkuk sup cair hangat atau panas. Supnya itu kuning jernih kemilau, rasanya gurih tapi ringan. "Ini bisa gurih karena mengunakan kemiri, lemak nabati, bukan lemak hewan," ungkap Cecep.  

Harga per porsinya pun, enggak bikin jantung kita deg-degan. Harganya hanya Rp 35.000 per porsi, dijamin perut kita akan kenyang total. Bayangkan saja, satu porsi itu berisi daging iga bakar seberat 300 gram, lengkap dengan nasi atau kentang gorengnya.

Sebetulnya, satu porsi ini, dapat untuk dinikmati dua orang. Tinggal minta tambahan satu nasi atau satu kentang goreng lagi. Dan, harganya tetap enggak bikin jantung deg-degan karena, walau ditambah dua minuman ringan, teh hangat, atau kopi hangat, uang Rp 50.000 masih akan ada kembaliannya.  

"Kalau enggak mau makan berat, silakan pilih mi godog panggang. Tampilannya mirip-mirip makroni panggang, tapi ini asli rasa mi godog jawa, namun tampil kering karena dipanggang. Kuah mi disajikan terpisah, yang bisa diguyurkan saat mi godog panggang disantap. Kalau tidak mau berkuah, tetap mantab dinikmati dengan dengan saus tomat atau sambal," katanya. 

Mi godog panggang ini, camilan yang cocok buat teman ngobrol sambil menunggu hujan reda. Harganya hanya Rp 15.000 per porsi, padat dan enak. Camilan ini salah satu kreasi asli Cecep. Bahan utamanya, mi basah yang dimasak menjadi mi godog jawa. Lalu, kuahnya di pisahkan, materi padatnya dipanggang.  

"Penampilan masakan tradisional ini jadi amat berbeda, apalagi sebelum dipangang kami taburi parutan keju secukupnya. Ini penyesuaian masakan tradisonal dengan selera anak muda kini," ungkapnya.  

Mi godog panggang ini dibuat di dapur Dadong Mie Jawa, saudara kandung Dadong Iga Bakar. Sesuai namanya, Dadong Mie Jawa spesial pada masakan mi godog jawa, yang dimasak di atas bara arang. "Seperti iga panggang kami yang tidak kalah dengan masakan yang sama di bilangan Tebet atau Kelapa Gading, Jakarta. Rasa mi godog jawa kami pun, boleh diadu dengan masakan serupa yang ada di Ampera, Jakarta Selatan," kata Cecep yakin.  

Mengenai asal muasal nama Dadong, lajang tersebut mengatakan, "Dadong nama kecil saya. Waktu kecil, saya gemuk banget. Jadi, keluarga dan teman dekat panggil saya Dadong, singkatan daging doang. Eh, rezeki saya juga muncul dari bisnis masakan daging," katanya.  

Rezeki juga muncul di usaha masakan daging, sebab Cecep pun memiliki usaha lain, yakni klinik dokter hewan bersama, di mana dia pun berpaktik. Dia juga pemegang saham dan direktur utama di Trimitra Group. Perusahahaan di grup itu bergerak di bidang pertenakan ayam potong, ayam petelur, dan perdagangan produk perternakan serta komoditas pertanian lainnya. Pemasarannya se-Jawa Barat.

Cecep juga penasihat hukum di CIS Brothers Law Firm, sejak mengantongi gelar Magister Hukum dari Universitas Suryakancana Cianjur (2008).  "Saya cari-cari apa arti Dadong. Eh, dalam bahasa Bali, Dadong artinya dari leluhur. Pas. Saya masuk ke bisnis restoran karena ingin meneruskan darah yang mengalir dari keluarga. Orang tua saja pernah berjaya dengan Rumah Makan Ikan Mas di Cianjur, yang menu utamanya ikan bakar," katanya.  

Rumah Makan Ikan Ma situ didirikan tahun 1962 dan terpaksa ditutup tahun 2000. Penyebabnya antara lain Cecep yang diharapkan meneruskan restoran itu, sibuk kuliah dan membangun karir dan perusahaan sendiri sebagai lulusan IPB. "Buku resep keluarga jatuh ke saya, karena dua kakak saya tidak berminat," ungkapnya.  

Yang dibuka kafé iga pangang, bukan kafe ikan bakar, sebab Cecep belum menemukan mitra yang tepat untuk itu. Dia perlu mitra yang sehati, baik dari selera cita rasa maupun kemauan dan semangat. "Perusahaan atau kafe yang saya bangun adalah sistem bagi hasil. Para chef dan karyawan inti juga menjadi pemiliknya. Sistem ini membuat saya dan mereka maju bersama," kata dia.

Editor: Glo Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.