KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Nongkrong di Warung, Pemuda Dikeroyok
Senin, 30 November 2009 | 09:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mohamad Zainudin (19), warga Kelurahan Kebon melati, Kecamatan Tanahabang, Jakarta Pusat, dikeroyok puluhan preman di depan Stasiun Kereta Api (KA) Tanahabang, Jakarta pusat, Minggu (29/11) sekitar pukul 01.00.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Warta Kota, saat itu Zainudin yang tinggal tak jauh dari stasiun sedang nongkrong di sebuah warung di depan stasiun. Tiba-tiba, dia dihampiri sekelompok pemuda. Tanpa penjelasan lebih dahulu, para pemuda itu memukuli Zainudin. Beberapa di antaranya memukul dengan menggunakan ikat pinggang yang ujungnya terdapat gir. Beberapa lainnya melempari Zainudin dengan batu.

Hari (44), seorang saksi mata, mengatakan, Zainudin tak berkutik saat mendapat serangan. "Dia lari sambil berteriak minta tolong. Lalu, dia masuk ke dalam stasiun kereta," ujar Hari yang berdagang rokok di depan stasiun.

Sekelompok penyerang itu terus memburu Zainudin dan melemparinya dengan batu. Zainudin akhirnya ambruk di lantai satu stasiun dengan luka parah di kepala bagian belakang.

Hari mengatakan, keributan yang terjadi sangat cepat dan berlangsung hanya sekitar lima menit. Begitu melihat Zainudin yang belakangan diketahui pekerja serabutan itu pingsan, para penyerang bergegas pergi. "Beberapa naik motor, lainnya jalan kaki," katanya.

Zainudin akhirnya ditolong oleh petugas keamanan Stasiun KA Tanahabang dan dibawa ke RS Pelni Petamburan.

Kanit Reskrim Polsektro Tanahabang Iptu Sutrisno mengatakan, pihaknya masih memeriksa kasus pengeroyokan itu untuk mengetahui penyebab dan mencari para pelakunya. "Kami akan lakukan penyisiran pada kelompok-kelompok preman di sekitar Tanahabang. Wilayah itu memang rawan tindak kejahatan," katanya.

Penulis: BUM   |   Editor: Glo Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.