Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 18:37 WIB
Menara di BKT Pakai Konstruksi Baru
Laksono Hari Wiwoho | wah | Senin, 30 November 2009 | 11:57 WIB
|
Share:

KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO
Dua ruas dasar menara saluran udara tegangan ekstra di Pondok Bambu, Jakarta Timur.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Menara baru saluran udara tegangan ekstra (SUTET) di dekat pembangunan Banjir Kanal Timur Jakarta merupakan inovasi baru. Menara tunggal atau single steel pole ini merupakan menara pertama dengan diameter dasar 3 meter.

"Menara dengan diameter sebesar ini yang pertama di Indonesia," kata Site Manager BKT Paket 28 Edu Pandiangan di kantornya, Senin (30/11). Pembangunan menara pengganti menara 30 di Pondok Bambu, Jakarta Timur, itu menjadi tanggung jawab PT Sacna-Basuki JO selaku pelaksana pembangunan proyek Banjir Kanal Timur paket 28 (Cipinang-Duren Sawit).

Adapun tiang-tiang baja untuk menara tersebut dipesan dari PT Cigading Modern Centre. Sesuai rencana, PT Sagna, Minggu (29/11), telah memasang dua dasar menara baru itu di sisi timur menara lama, jaraknya sekitar 40 meter. Kedua menara baru tersebut nantinya disusun menjadi beberapa ruas hingga tingginya mencapai 72,5 meter. Berbeda dari menara lama, yang berbentuk seperti segitiga dengan balok-balok baja saling silang, menara baru ini berbentuk tabung mengerucut.

"Kalau yang baru ini masangnya mudah, tinggal ditancapkan saja. Tapi kalau di gunung-gunung agak susah, lebih enak yang lama karena mudah dibongkar-pasang," tutur Edu. "Pemasangan (dua dasar) menara itu cepat kok. Mulai jam 13.00, selesai jam 19.00. Yang sulit itu mengepaskan baut-baut di bagian dasar. Kalau atasnya tidak perlu baut, cukup ditancapkan ke (ruas) bawahnya sedalam dua meter, jadi sudah kuat," paparnya.

Dua menara tersebut nantinya saling berhadapan dan menopang tiga jalur listrik 500 kilovolt untuk Bekasi-Cawang, Muara Tawar-Cawang, dan Bekasi. Pemasangan keduanya diperkirakan memakan waktu 2-3 hari. "Asal tidak hujan. Kalau mendung kita enggak berani," tambah Edu.