JAKARTA,KOMPAS.com - Mengantisipasi bencana banjir, Pemerintah Kota Jakarta Barat kembali membongkar paksa bangunan di atas saluran air, Rabu (2/12). Sebanyak 125 rumah dari 285 rumah di atas saluran air penghubung Palmerah dibongkar untuk memulihkan fungsi saluran. Sekitar 500 petugas suku dinas tata air, polisi pamong praja, polisi, dan TNI memulai pembongkaran di dekat Kantor Kelurahan Palmerah sampai ke Kali Grogol. Bagian atas dari saluran sepanjang sekitar dua kilometer hampir semua tertutup beton. Banyak warga memperluas rumah mereka dengan menutup saluran selebar tiga sampai lima meter itu. Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Barat Heryanto mengatakan, penutupan itu melumpuhkan fungsi saluran air dan menyulitkan pembersihan. ”Kawasan sekitar Kantor Kelurahan Palmerah sering dilanda banjir karena saluran penghubung ke Kali Grogol ditutup warga. Pembongkaran ini akan membuka kembali saluran air dan tanggul saluran akan diperbaiki,” tutur Heryanto. Sebagian besar warga di kawasan Palmerah mendukung pembongkaran itu agar banjir tidak selalu menggenangi mereka. Namun, beberapa pemilik rumah yang dibongkar sempat bersitegang dengan petugas. Yuli (30), warga RT 04 RW 09, mengaku ruang depan rumahnya dibangun di atas saluran air. Namun, dia menolak pembongkaran karena konstruksinya terkait dengan ruang tengah. ”Kalau sampai rumah saya roboh semua, kalian harus bertanggung jawab,” kata Yuli. Heryanto mengatakan, pembongkaran akan dilanjutkan sampai tuntas. Pembongkaran bangunan di atas saluran air juga akan digelar di Kalideres, Cengkareng dan Kebon Jeruk.


