JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa aktivis dari berbagai elemen masyarakat menyatakan sikap penolakan terhadap adanya "penumpang gelap" yang mungkin akan masuk ke dalam pimpinan panitia hak angket Century. "Penumpang gelap" yang dimaksudkan adalah mereka yang pada awalnya tidak memiliki sikap dan pandangan yang tegas dan tidak kompromistis berkenaan dengan inisiatif pengajuan hak angket.
"Penumpang gelap itu adalah mereka yang sejak dari awal sepertinya tidak mempunyai komitmen dan juga tidak terlibat dalam pengusungan hak angket," ungkap Ray Rangkuti, aktivis Koalisi Masyarakat Sipil AntiKorupsi (Kompak), dalam konferensi pers menolak penumpang gelap menjadi pimpinan angket Century, Kamis (3/12), di Jakarta.
Menurut Ray, mereka juga menolak hadirnya orang-orang ahistoris masuk ke dalam panitia angket. "Ahistoris itu masuk di tengah-tengah, apakah mereka tahu tujuan dari dibentuknya hak angket kita juga tidak tahu," jelas Ray.
Ray menambahkan sebisa mungkin dieliminir masuknya pihak yang karena orang-orang tersebut yang, panitia menjadi bahan perdebatan. Perjalanan awal pansus kelak sangat tergantung pada proses awalnya.
Sebab, lanjut Ray, efektif atau tidaknya angket Bank Century, berjalan sesuai dengan harapan atau gembos di tengah jalan sangat tergantung pada pribadi-pribadi yang dipilih dan ditetapkan sebagai anggota dan ketua pansus. Mereka juga mengingatkan bahwa upaya penggembosan dapat membayangi perjalanan pansus ini kelak.
Panitia Angket Century akan dipilih Jumat (4/12) besok oleh DPR. Panitia tersebut bertujuan menyelesaikan skandal penalangan dana Rp 6,7 triliun yang diberikan ke Bank Century.
Berbagai nama yang akan masuk dalam panitia khusus (pansus) angket Bank Century kini telah beredar. Maka, sikap cermat terhadap pemilihan dan penetapan anggota dan ketua pansus perlu dilakukan.
