BOGOR, KOMPAS.com - Usaha warung makan atau restoran dan hotel yang terus meningkat di Kabupaten Bogor, berpengaruh signifikan dengan perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bogor. Berkaitan itu Pemkab Bogor akan lebih serius mengarap potensi pariwisata mereka.
"Pajak yang kami terima dari sektor pariwisata pada tahun ini mencapai Rp 14,7 miliar. Tahun 2009 ini saja belum habis. Padahal tahun 2008, pajak dari sektor ini hanya memasukkan uang ke PAD hanya Rp 12,4 miliar," kata Kepala Dinas Pendapatan,Keuangan dan Barang Daerah (DPKBD) Kabupaten Bogor, Adang Suptandar, Rabu (3/12) siang.
Menurut Adang, terus meningkatnya pendapatan daerah dari sektor pariwisata ini mulai terlihat sejak tahun 2006. Pada tahun itu PAD dari sektor pariwisata (hotel dan restoran) hanya Rp 8,7 miliar, dan meningkat menjadi Rp 8,7 miliar pada tahun 2007. Trend peningkatan ini seiring menjamurnya usaha rumah makan dan hotel di Kabupaten Bogor.
Adang Sutandar yakin trend-nya terus meningkat, sebab Pemkab pun telah bertekad untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi kepariwisataan yang ada. Sebab, banyak objek wisata dan potensi wisata saat ini yang belum digarap dengan baik dan profesional. Salah satunya objek dan potensi wisata di Kecamatan Tamansari.
Tahun 2010 di kecamatan itu, Pemkab berencana mengembangkan kawasan itu menjadi kawasan agrowisata, wisata alam, dan wisata rohani. "Modalnya sudah ada, seperti kawasan perkebunan, air terjun, dan kompleks peribadatan yang berada di kaki Gunung Salak di sana," katanya.


