DEPOK, KOMPAS.com — Insiden salah tangkap yang dilakukan lima orang anggota Polsek Beji, Depok, terhadap Direktur Komunitas Bambu JJ Rizal, Sabtu sekitar pukul 23.45 WIB, disesalkan aparat kepolisian setempat.
"Kami menyesalkan adanya insiden pemukulan dan salah tangkap tersebut, dan akan segera melakukan pembenahan internal," kata Kepala Polres Depok AKBP Saidal Mursalin, Minggu (6/12) di Depok.
JJ Rizal sebelumnya didatangi lima pria berpakaian preman dan dipukuli di depan Depok Town Square (Detos) hingga alami lebam di wajah.
Kemudian, Rizal dibawa ke Polsek Beji untuk diperiksa lebih lanjut. Namun setelah tidak terbukti bersalah, korban kemudian dilepaskan.
Rizal yang alumnus Sejarah UI itu kemudian memeriksakan diri di Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok untuk keperluan visum.
Kepala Polres berjanji akan memproses masalah tersebut secepatnya dan menyatakan kejadian bahwa yang menimpa Rizal hanya bagian dari penyelidikan semata.
Ia menjelaskan bahwa aparat sebelumnya sempat mencurigai Rizal. Namun, saat dipanggil, dia tidak menggubris dan mencoba lari. Kemudian terjadi dialog, dan ketika tidak terbukti, Rizal pun diperbolehkan pulang.
Sementara itu, Kepala Polsek Beji AKP Sukardi mengatakan bahwa dalam waktu dekat, kelima anggota Polsek Beji yang terlibat dugaan salah tangkap tersebut, yakni AT, SR, SA, MA, dan SU, akan segera menjalankan sidang disiplin.
"Kelima anggota kita sudah diperiksa di Polda Metro Jaya, sekarang status mereka terperiksa," katanya.
