JAKARTA, KOMPAS.com — Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di Kantor KPK diwarnai oleh aksi demonstrasi. Ratusan orang, gabungan dari berbagai elemen masyarakat, antara lain Serikat Tani Indonesia (STI), Seniman Jalanan Jakarta (Senja), dan Dewan Kesehatan Rakyat (DKR), mendatangi Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (9/12) sekitar pukul 10.00. Mereka merupakan kelompok demonstran pertama yang mendatangi KPK.
Ratusan orang yang datang menggunakan puluhan bus metromini tersebut langsung menggelar aksi dan orasi di jalur lambat Jalan HR Rasuna Said, tepat di depan Gedung KPK. Secara tegas mereka menyatakan dukungannya kepada KPK untuk terus maju mengungkap berbagai kasus korupsi besar di Tanah Air.
"KPK harus segera membongkar kasus Bank Century yang sudah membuat rakyat sengsara," kata salah satu koordinator aksi dalam orasinya.
Para demonstran juga membawa berbagai atribut pernyataan sikapnya terkait kasus Century, antara lain seperti "Idrus Marham = markus" dan "Adili segera Sri Mulyani dan Boediono". Akibat aksi ini arus lalu lintas di jalur lambat depan KPK terpaksa dialihkan menggunakan jalur cepat. Aksi ini tak pelak memacetkan arus lalu lintas di Jalan Rasuna Said, terutama dari arah Menteng menuju Warung Buncit. Kepadatan terutama terjadi persis di kawasan sekitar Gedung KPK.
Sementara itu, pengamanan di KPK berlangsung ketat. Ratusan aparat kepolisian dari berbagai satuan dikerahkan untuk mengamankan KPK yang pada waktu bersamaan tengah menggelar acara perayaan internal terkait Hari Antikorupsi.
