PALU, KOMPAS.com - Partai Golkar Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, tidak ingin terjebak dikotomi antara generasi tua dan muda untuk dijagokan pada Pemilu Kepala Daerah (Pemilukada) di Kabupaten Sigi, Juni 2010.
"Jangan ada dikotomi tua muda, sebab prototipe (model) kepemimpinan setiap orang berbeda-beda," kata Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sigi Arena DJ Parampasi di Palu, Kamis.
Meski sejumlah nama dari kalangan generasi muda Partai Golkar mencuat ke permukaan seperti Ridwan Yalidjama (Mantan Ketua DPRD Kabupaten Donggala) dan dirinya selaku Ketua DPD Golkar Sigi, namun Arena tidak ingin terjebak dengan dikotomi itu.
Dia menilai semua kader partai memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk dicalonkan maupun mencalonkan diri sebagai bakal calon bupati (bacabup), namun harus mematuhi dan memenuhi mekanisme partai.
Arena juga menilai, semua partai di Sigi memiliki kemampuan dan peluang yang sama untuk meloloskan kadernya dalam merebut kursi bupati pertama di Sigi, namun tidak terlepas dari dukungan perolehan kursi di DPRD. Golkar dipastikan mendapat lima hingga tujuh kursi di DPRD Sigi, sehingga memenuhi syarat untuk mengajukan pasangan calon bupati dan cawabup yakni 15 persen dari jumlah kursi di DPRD.
