JAKARTA, KOMPAS.com — Para pengungsi korban kebakaran yang melanda permukiman padat di tiga RW di Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (11/12/2009), saat ini membutuhkan bantuan logistik berupa pakaian, susu, dan biskuit bayi.
Pantauan Kompas.com di beberapa posko yang tersebar di lokasi kebakaran menunjukkan, bantuan yang mengalir saat ini masih didominasi mi instan. Sebagian besar dari 400 kepala keluarga saat ini masih bertahan mengungsi di lapangan Persima.
Sebagian kecil memilih mengungsi ke rumah kerabat mereka. Ketua Pekerja Sosial Masyarakat Dinas Sosial Heni (32) mengatakan, sebagian pengungsi merupakan anak-anak dan balita. "Banyak balita dan anak kecil yang masih belum tersentuh bantuan," ujar Heni.
Sementara itu, Ketua RW 08 Turkin mengatakan, para korban membutuhkan bahan makanan, air mineral, dan pakaian. Wilayah RT 08 merupakan yang terparah. Hampir semua rumah di wilayah tersebut terbakar.
Sementara itu, Ketua RW 10 Ahmad Rais mengatakan, saat ini para korban belum menerima bantuan dari pemerintah. Di sekitar lokasi kebakaran, para warga memang mengedarkan kotak sumbangan.
Si jago merah yang berkobar cepat membuat para warga tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka. Data terakhir yang berhasil dihimpun, api yang melalap tiga RW, yaitu RW 08, 09, 10, menyebabkan 2.000 orang kehilangan rumah. Sementara itu, data rumah hangus terbakar mencapai lebih dari 200 unit.
