Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 22:25 WIB
Polisi: Nasrudin Tidak Langsung Meninggal
Icha | msh | Jumat, 11 Desember 2009 | 13:15 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya mengklarifikasi pernyataan ahli forensik Universitas Indonesia, Mun'im Idris, tentang manipulasi jenazah Nasrudin Zulkarnaen.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Boy Rafli Amar, bekas jahitan di kepala jenazah Nasrudin adalah hal yang wajar. Sebab, sebelum diperiksa tim forensik, jasad Nasrudin sempat ditangani pihak rumah sakit agar nyawanya bisa diselamatkan.

"Karena sebelum meninggal dunia, sebelum sampai ke dokter forensik, telah dibawa ke rumah sakit untuk diselamatkan nyawanya sehingga dokter sudah melakukan penyelamatan medis," kata Boy Rafli dalam jumpa pers di Kantor Humas Polda Metro Jaya Jakarta, Jumat (11/12/2009).

Boy Rafli juga menyatakan, Nasrudin Zulkarnaen sempat dibawa ke Rumah Sakit Mayapada Tangerang dan RSPAD agar nyawanya bisa diselamatkan. Oleh karena itulah, saat pemeriksaan forensik di RSCM, terlihat bekas jahitan pada jasad Nasrudin.

"Itu yang dimaksud Pak Mun'im dimanipulasi karena telah diperiksa dokter lebih dahulu. Beliau kan hidup, awalnya," ujarnya.

Seperti yang diberitakan, saat sidang dengar kesaksian ahli pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Mun'im Idris selaku saksi ahli forensik menyatakan bahwa manipulasi jasad korban terlihat dari jahitan di kepala korban sebelum pemeriksaan forensik.