Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 19:33 WIB
Kebakaran Tambora: Sulistyo Sempat Menjerit Minta Tolong ...
Hindra Liauw | hertanto | Jumat, 11 Desember 2009 | 13:30 WIB
|
Share:

Hindra Liu
Rumah konveksi yang ludes terbakar diberi garis polisi. Di rumah inilah Sulistuo Putranto (24), petugas pemadam kebakaran, menemui ajal saat menunaikan tugas mulia memadamkan api.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Sulistyo Putranto (24), petugas pemadam kebakaran yang tewas di lokasi kebakaran di Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, sempat menjerit meminta tolong ketika dirinya bersama dua rekannya, Ahmad Sani (24) dan Jose Rico (24), terjerembab saat berusaha memadamkan api di sebuah gang berpenduduk padat di RW 08, Jembatan Besi.

Beberapa saksi yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, saat itu Sulis bersama dua rekannya tengah berjuang menaklukkan api yang melalap rumah konveksi milik Liauw Khiun Fong di sebuah pojok gang.

Di gang selebar sekitar setengah meter tersebut, hanya rumah konveksi itulah yang masih dilalap api. Bersama dua rekannya, menurut Agus, Sulis menjebol atap belakang yang berbatasan dengan rumah Agus. Rumah Khiun Fong dan Agus memang saling berimpitan.

Setelah berhasil menjebol dari atas, Sulis langsung menuju lantai dua sambil memegang ujung selang, sementara dua rekannya bertahan di lantai tiga (semi permanen) sambil menarik selang.

Malang memang tidak dapat ditolak. Ketika tengah memadamkan api, lantai dua rumah konveksi tersebut ambruk. Sontak saja, Sulis beserta selang yang tengah dipegangnya, langsung terjerembab ke lantai satu. Begitu juga dengan kedua rekannya. Ketiganya langsung tertimbun reruntuhan rumah.

Agus mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 17.30. "Tiga orang itu langsung menjerit-jerit minta tolong. Tapi, begitu kami mau masuk, petugas melarang. Api masih besar. Di dalam juga masih banyak asap," ujar Agus.

Operasi penyelamatan terhadap ketiganya baru dapat  dilakukan sekitar pukul 19.00. Ketika ditemukan, kondisi ketiga petugas pemadam kebakaran itu penuh luka bakar. Ketika dilarikan ke rumah sakit, Sulis meninggal. Sementara Ahmad dan Jose saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Sumber Waras. Keduanya masih dalam kondisi kritis.

Saat ini, rumah konveksi tersebut telah diberi garis polisi. Dari luar, masih terlihat rangka-rangka rumah tersebut. Selain sisa-sisa gulungan kain, tampak pula selang yang dibawa Sulis.

Pantauan Kompas.com, saat ini listrik dan air belum berfungsi. Sebagian korban kebakaran masih memeriksa kondisi rumahnya dan mencari harta benda yang bisa diselamatkan. Beberapa warga lainnya sibuk membersihkan rumah mereka.