Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 19:39 WIB
Mahasiswi Itu Kembali Ancam Akhiri Hidup
Sandro Gatra | made | Sabtu, 12 Desember 2009 | 20:36 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - DO (19), mahasiswi yang nekat terjun dari jembatan layang Prumpung, Jakarta Timur, mengancam akan kembali mengakhiri hidupnya jika permintaannya tidak dipenuhi. Korban kepada teman-temannya saat menjenguk, meminta beberapa teman kampusnya agar datang menengoknya.

"Dia minta teman-teman mahasiswa dan para pekerja di kampus datang. Kalau ngga dia bilang 'tunggu aja ajal'," ungkap salah satu teman korban yang tidak bersedia disebutkan namanya, kepada Kompas.com seusai menjenguk korban di RS Budhi Asih, Jakarta Timur, Sabtu (12/12/09) malam.

Pemuda itu adalah teman korban di salah satu sekolah akademi di daerah Jatiwaringin, Bekasi. Ia datang menjenguk bersama dengan belasan teman kampusnya setelah tahu kabar mengenai musibah yang menimpa DO dari media massa.

Korban, si teman DO ini, adalah aktifis dalam salah satu organisasi kemahasiswaan di kampus. Ia pun akrab dengan beberapa pekerja di kampus. "Makanya dia minta ke kita tadi supaya semua temennya datang," katanya.

Atas permintaan itu, tambahnya, mereka berjanji kepada korban akan meminta seluruh kawannya untuk datang menjenguk. "Kita bilang ke dia tadi akan beritahu semua anak-anak biar datang. Kita takut dia nekat lagi," tuturnya.

Seperti diberitakan, korban nekat terjun bebas dari fly over diduga akibat depresi berat setelah diperkosa sejumlah lelaki. Ia diturunkan dari sebuah mobil yang melintas di jalan layang Prumpung menuju Cawang dalam kondisi tanpa busana.

Setelah itu ia loncat. Korban langsung dibawa ke RS Budhi Asih oleh polisi yang kebetulan lewat di TKP. Korban mengalami patah tulang pada kedua kaki dan tangan kirinya.