Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 19:41 WIB
Detik-detik Terakhir Jelang Penutupan Koin untuk Prita
Cindy Silviana | hertanto | Senin, 14 Desember 2009 | 15:51 WIB
|
Share:

KOMPAS/DANU KUSWORO
Puluhan karung berisi uang koin yang rencananya akan disumbangkan untuk membantu membayar denda yang harus dibayar oleh Prita Mulyasari, Minggu (13/12), tertumpuk di salah satu posko di Jalan Langsat, Jakarta.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski Rumah Sakit Omni Internasional telah mencabut gugatan perdata terhadap Prita Mulyasari (32), Senin (14/12/2009), masyarakat masih antusias membawa koin-koin ke posko Wetiga yang berlokasi di Jalan Langsat 1/3A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Berdasarkan daftar penyumbang hingga saat ini, lebih dari 50 orang yang tercatat memberikan sumbangan, meski pengumpulan koin akan ditutup pada Senin malam ini pukul 21.00 WIB. Salah satunya datang dari seorang penjual kelapa muda yang mengumpulkan koin dalam dua hari.

Koin tersebut, ujarnya, berasal dari sumbangan para pelanggan yang biasa membeli es kelapa mudanya. Dengan modal sekaleng biskuit bekas, dia sanggup mengumpulkan koin untuk Prita.

Adapun beberapa bungkusan plastik berisi koin asing dalam sekotak kardus yang berasal dari para karyawan Kedutaan Besar Jepang yang dikirim melalui kiriman paket ke posko Wetiga. Koin juga berasal dari daerah Malang, Bandung, bahkan Bali.

"Meski akan ditutup, kami tetap masih akan menerima, enggak mungkin ditolak," ujar Didi Nugraha, salah satu relawan Koin Keadilan untuk Prita.

Menurut dia, koin-koin yang berasal dari daerah akan tetap diterima.
Sebagai simbol terima kasih, para penyumbang diberikan stiker kuning berlambang Koin Keadilan untuk Prita. Sebagian penyumbang pun turut membantu memberi tenaga dalam menghitung koin.