KOMPAS.com — Wajah Tika (27) tampak lelah dan lusuh. Sejak pukul 10.00 tadi hingga pukul 15.00, dia baru istirahat setelah menghitung recehan koin bersama para relawan lainnya. Dengan membawa sekotak makanan siap saji dan teh kotak, wanita berkacamata ini langsung melahap dan menikmati makanan tersebut.
“Baru sekarang gue bisa makan,” ucapnya sambil menggenggam kepalan nasi. Bloger yang satu ini merupakan satu dari para relawan yang turut membantu menghitung koin pada Senin (14/12/2009) di Posko Wetiga, yang berlokasi di Jalan Langsat 1/3A, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Makanan cepat saji dan teh kotak yang dimakannya berasal dari seorang penyumbang yang tak mau menyebutkan namanya. Sekotak kardus besar dan satu kotak pendingin untuk menyimpan teh kotak agar tetap segar. Makanan ini memang tersedia bagi para relawan yang membantu menghitung.
Hanyalah sekotak gelas air yang dapat disediakan dari para koordinator sebelum mendapat sumbangan makanan. Namun, kini makanan cepat saji, teh kotak, dan sekantong plastik roti tersedia bagi para relawan yang lapar.
Di samping itu, tersedia pula makanan rumahan dan beberapa gerobak makanan yang ikut meramaikan suasana penghitungan koin secara tak langsung. Ayo... siapa yang mau bantu menghitung?
