TANGERANG, KOMPAS.com - Kebakaran di aula lantai 2 RSUD Tangerang, Jl A Yani no 9 Tangerang, Banten, Rabu (16/12/2009) siang tadi tidak menimbulkan korban jiwa. Saat ini api sudah berhasil dipadamkan. Api berasal dari percikan akibat pekerjaan pengelasan di aula tersebut. Percikan api terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Kemudian api dengan cepat membesar.
Salah seorang pekerja pengelasan berupaya memadamkan api. Karena panik, pekerja tersebut langsung mengambil salah satu tabung. Namun bukan mengambil tabung gas, melainkan tabung oksigen. Dia langsung menyemprotkan tabung oksigen tersebut ke api yang sedang berkobar. Akibatnya api malah semakin membara.
Api baru bisa dipadamkan setelah 10 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.
Sementara itu, akibat kebakaran tersebut sejumlah pasien dan pengunjung RSUD, terutama yang berada di bagian unit gawat darurat (UDG) panik. Bahkan 9 pasien segera dievakuasi karena lokasi tersebut berdekatan dengan lokasi kebakaran.
Saat ini dua pekerja yang berada di aula sedang diperiksa di Polsekta Benteng, Tangerang.
Kerugian Rp 3,4 miliar
Sementara itu Direktur Umum RSUD Tangerang, Makentur JN Mamahit mengatakan kerugian akibat kebakaran ditaksir Rp 3,4 miliar. Makentur membenarkan saat kebakaran terjadi, pekerja sedang melakukan pekerjaan pengelasan, sehingga terjadi percikan api dan sekarang diperiksa polisi.
Kerugian Rp 3,4 miliar itu ditaksir pihak RSUD karena di dalam gedung yang sedang direhab terdapat alat komputer, AC, furnitur dan proyektor.
Makentur membantah kebakaran mengakibatkan pelayanan di RSUD Tangerang terganggu. "Tidak terganggu," katanya.


