TANGERANG, KOMPAS.com — Seorang polisi akhirnya meninggal seusai kerusuhan yang terjadi pada Selasa (22/12/2009) petang di Kota Tangerang setelah pertandingan antara Pro Duta Yogyakarta dan Persikota Tangerang di Stadion Benteng, Kota Tangerang. Korban bernama AKP Saptomo, anggota Samapta Polres Metro Tangerang Kota.
AKP Saptomo meninggal dunia sekitar pukul 20.15 setelah sempat dilarikan ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tangerang. Ia diduga meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya, yakni darah tinggi dan diabetes. Saat ini jenazah telah dibawa ke ruang pemulasaran sebelum dibawa ke rumah duka.
Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota Kombes Budhi Herdi Susianto yang ditemui di rumah sakit mengatakan, di dalam kantong celana korban ditemukan obat-obatan untuk kedua jenis penyakit tersebut yang kemungkinan selama ini dikonsumsi untuk pengobatan. Selain itu, kata Budhi, sejauh ini tidak ada luka memar di bagian tubuh korban.
Sebelumnya, sempat diduga kalau Saptomo terkena pukulan saat terjadi kerusuhan. Menurut Budhi, saat kejadian, Saptomo memang sedang mengawal suporter Persikota untuk meninggalkan stadion melalui arah Pasar Baru. Namun, ia mendadak jatuh saat arak-arakan melintas di Jalan Muhammad Toha.
Terkait peristiwa penembakan empat suporter Persikota yang terjadi bersamaan, menurut Budhi, saat ini petugasnya sedang mencari pelaku penembak. Untuk sementara peluru yang digunakan pelaku diduga dari senapan angin.


