JAKARTA, KOMPAS.com — Dua korban runtuhnya bangunan tambahan di Pusat Grosir Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat, ternyata adalah mertua dan menantu. Mereka sama-sama bekerja sebagai penyewa troli di sana. Mereka adalah Ridwan Firdaus (30) dan Hamim (52).
Kedua warga asal Tangerang tersebut memang memiliki hubungan keluarga. "Iya, Ridwan itu mantunya (Hamim)," ujar Basuni, ayah Ridwan, Kamis (24/12/2009) di Jakarta.
Ridwan, yang berprofesi sama seperti mertuanya tersebut, sudah bekerja di Tanah Abang selama empat tahun belakangan. Menurut Basuni, Hamim sehari-hari bekerja sebagai mandor troli.
"Dia (Hamim) sudah kerja puluhan tahun di sana. Sekarang dia punya sekitar 50 troli," kata Basuni.
Dikatakan, kondisi Ridwan saat ini tengah membaik. Dia mengalami luka di bagian kepala, tangan, dan kaki. Sore kemarin sudah dioperasi. Meski telah membaik, dokter menyarankan agar Ridwan jangan terlalu banyak diajak bicara dulu.
Berbeda dengan Ridwan, kondisi Hamim saat ini masih kritis di ruang ICU. Ia mengalami benturan di bagian kepala, punggung, dada, dan tulang ekornya. Basuni juga mengatakan, kandung kemih Hamim pecah.
"Dia parah, kandung kemihnya pecah. Jadi kalau buang air kecil keluar darah," ujar Basuni.
Sampai saat ini masih ada tiga korban runtuhan bangunan Tanah Abang yang dirawat di RS Jakarta. Selain Ridwan dan Hamim, Saryani (23) juga masih dirawat di sana.

