JAKARTA, KOMPAS.com - Omzet penjualan pedangan Metro Tanah Abang menurun akibat runtuhnya bangunan toilet tambahan di gedung Metro Tanah Abang, Jakarta. Hal itu setidaknya dirasakan oleh Yuli, seorang pegawai toko pakaian di lantai satu Metro Tanah Abang Jakarta, Kamis (24/12/2009).
"Omzet turun mbak, sekitar 80 persen. Dari kemarin hingga hari ini 80 persen lah. Sepi banget. Apalagi hari ini. Dirugikan banget mbak, takutnya pelanggan pada ke Blok A," ujar Yuli saat sedang menutup tokonya.
Untuk diketahui, Metro Tanah Abang hari ini ditutup pada pukul 12.00 dengan alasan untuk renovasi dan pemeriksaan kelayakan bangunan. Senada dengan Yuli, Mulyono pemilik toko di lantai lima Metro Tanah Abang mengaku, dalam satu hari kemarin omzetnya menurun drastis.
Dalam keterangannya, Mulyono juga mengkritik pembangunan toilet tambahan yang menyebabkan musibah tersebut. "Bangunan gini apa ada ijinnya? Aneh, sudah ada kamar mandinya banyak. Satu lantai ada 6 WC, ngapain ditambah?" ujar Mulyono di depan lokasi kejadian.
Selain mempengaruhi pedagang, kejadian runtuhnya bangunan Metro Tanah Abang tersebut juga berpengaruh terhadap pembeli. Rina, seorang pembeli yang biasa berbelanja di Metro Tanah Abang mengaku merasa tidak nyaman berbelanja di Metro Tanah Abang Hari ini. "Ada rasa was-was. Kebayangnya semua bangunan begitu, was was jadinya, nggak nyaman tadi belanja. Tapi tetap belanja kok, di sini barangnya bagus, harganya juga." ujarnya.


