DEPOK, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menyiapkan anggaran pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota sebesar Rp 33 miliar yang akan digelar akhir September 2010. "Persiapan anggaran tersebut sudah dihitung untuk seluruh tingkat penyelenggara Pilkada dari mulai PPS, PPK, KPU, dan Panwaslu," kata Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, di Depok, Jumat (25/12/2009).
Jumlah anggaran pelaksanaan pilkada tersebut menurun jika dibandingkan dengan yang diajukan oleh KPU Kota Depok yaitu sebesar Rp 41 miliar.
Nur Mahmudi mengatakan anggaran pilkada tersebut sudah disiapkan untuk dua putaran pemilihan yang sudah disepakati antara Pemerintah Kota dan KPU Kota Depok.
Dikatakannya kalau mau berhemat, bisa ditabung untuk satu putaran, tapi pelaksanaan pilkada merupakan keputusan rakyat. "Anggaran juga disiapkan untuk kemungkinan sengketa pilkada," katanya.
Nur Mahmudi menambahkan, Pilkada tetap akan digelar di Depok tahun 2010 sesuai selesainya masa bakti Nurmahmudi-Yuyun pada Januari 2011.
Sementara itu, Anggota KPU Kota Depok, Impi Khani Badjuri mengatakan tahapan pilkada Kota Depok 2010 akan dimulai pada April. "Pada April dimulai tahap pendaftaran bakal calon (balon) pasangan wali kota dan wakil wali kota," katanya.
Sedangkan pilkada Kota Depok dijadwalkan digelar pada akhir September 2010. "Jadwal tersebut didasarkan pada asumsi pilkada akan dilaksanakan dalam dua putaran," katanya.
Ia mengatakan untuk hari pemilihan tidak dilaksanakan pada awal bulan, tetapi pada pertengahan atau akhir bulan. Ini untuk menghindari hari pelaksanaan tersebut dimanfaatkan salah satu pasangan calon. "Tanggal muda bisa dimanfaatkan pasangan untuk kampanye, jadi lebih baik pertengahan atau akhir bulan," katanya.
Lebih lanjut Badjuri mengatakan sebelum tahapan-tahapan tersebut dimulai, pihaknya akan membentuk lembaga-lembaga penyelenggara pilkada seperti panitia pengawas pemilu kepala daerah (panwas) dan panitia pemilihan kecamatan (PPK), panitia pemungutan suara (PPS), dan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP).


