JAKARTA, KOMPAS.com — Penyidik Polda Metro Jaya melanjutkan penyelidikan peristiwa runtuhnya bangunan tambahan di Gedung Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat. Penyelidikan akan difokuskan pada pemeriksaan pihak penanggung jawab proyek pembangunan bangunan tambahan di pusat grosir tekstil terbesar di Asia Tenggara itu.
Kepala Satuan Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum AKBP Daniel Tifaona mengatakan, pihaknya hari ini akan memeriksa tiga orang saksi.
"Saksi untuk pekerja sudah lima orang diperiksa. Hari ini kami akan periksa tiga saksi dari pihak penanggung jawab proyek dan pengelola gedung," kata Daniel saat dihubungi Kompas.com, Senin (28/12/2009).
Lebih lanjut, kata Daniel, hari ini polisi juga akan kembali mendatangi lokasi kejadian untuk mencari bukti-bukti tambahan dan penyebab runtuhnya bangunan tambahan berupa toilet tersebut.
"Pemeriksaan kami fokuskan pada pembangunan toilet yang mengakibatkan bangunan tersebut runtuh. Kami tindak lanjuti ucapan kadis P2B Pemprov DKI bahwa bangunan tersebut tak memiliki izin," tuturnya.
Daniel menambahkan, pihaknya juga masih menunggu laporan tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri mengenai pemeriksaan besi penyangga bangunan tersebut. Sementara hingga saat ini Polda Metro Jaya belum menetapkan tersangka dalam kejadian tersebut.
Seperti diberitakan, akibat runtuhnya bangunan tersebut sebanyak empat orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara 12 lainnya menderita luka-luka dan mendapat perawatan di lima rumah sakit di Jakarta. Korban meninggal masing-masing Abdul Hafid, Iwan Alfa, Nurul Fikri, dan Hamid.

