Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 01:58 WIB
50 Kubik Sampah Sumbat Kali Bekasi
| tof | Selasa, 29 Desember 2009 | 02:20 WIB
|
Share:

KOMPAS/DANU KUSWORO
Petugas memasang penyaring sampah terapung dengan bambu yang melintang di Kali Ancol, Jakarta Utara, Senin (21/12). Penyaringan itu dilakukan untuk memudahkan pengumpulan sampah yang dibuang ke sungai.

TERKAIT:

BEKASI, KOMPAS.com - Sekitar 50 kubik sampah menyumbat aliran Kali Bekasi, Jawa Barat mengakibatkan air sungai meluap ke sejumlah rumah warga yang dekat dengan aliran sungai.

Petugas Pantau Bendung Kali Bekasi PT Jasa Tirta II Saluran Tarung Barat, Arsito mengatakan, sampah tersebut didominasi kotoran rumah tangga yang menumpuk di bagian tiang-tiang jembatan yang membentang di atas Kali Bekasi.
 
"Yang paling banyak adalah sampah rumah tangga, seperti sofa bekas, sampah plastik, hingga kandang ayam. Selain itu ada juga ranting-ranting pohon, eceng gondok, dan sejenisnya. Bila dikalkulasikan kira-kira bisa mencapai 50 kubik," kata Arsito, Senin.

Dikatakan, sedikitnya 14 kawasan perumahan di sepanjang aliran Kali Bekasi seperti Pondok Mitra Lestari, Kemang Pratama, Taman Kartini, Grand Cikarang Permai, dan Nasio, kerap menjadi korban luapan air kali bila terjadi peningkatan debit air akibat hujan mau pun limpasan air dari Bogor akibat lokasi yang relatif rendah.
     
Berdasarkan pantauan di kali sepanjang tiga kilometer itu, tampak sampah menumpuk di beberapa tiang jembatan dan bibir sungai mulai dari Perumahan Kemang Pratama, sampai Bendungan Kali Bekasi di jalan Mayor Hasibuan, Bekasi Selatan.

Sepanjang aliran sungai itu, terdapat dua jembatan yang menjadi pusat tumpukan sampah, yakni jembatan perumahan Kemang Pratama, dan jembatan di jalan Rawa Panjang.

Arsito menambahkan, tumpukan sampah telah membuat aliran air tidak normal. Debit air sungai lebih banyak terkonsentrasi di bagian hulu, bahkan meluap ke rumah warga disekitar hulu sungai. "Rendahnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah dalam jumlah besar ke sungai ketika debit air sungai meningkat selama musim hujan ini juga menambah parah situasi Kali Bekasi," ujarnya.

Terpisah, Ny Shanum Ayesha Gasyari (35), warga Perumahan Pondok Mitra Lestari blok A1 nomor 11, Kecamatan Jati Asih mengaku prihatin dengan situasi tersebut. "Saya heran mengapa masih ada warga yang nekat membuang sampah ke sungai tanpa memperhatikan dampak negatif yang ditimbulkan, padahal pemerintah telah menyediakan bak penampungan sampah di perumahan," katanya.

Ia berharap pemerintah kembali mensosialisasikan larangan membuang sampah ke sungai. "Misalnya, dengan cara memasang spanduk atau pun papan pengumuman kawasan bebas sampah," katanya.

Sumber :
ANT