
JAKARTA, KOMPAS.com — Sepanjang tahun 2009 ternyata ada empat kasus pembobolan anjungan tunai mandiri atau ATM yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Dari angka tersebut, dua di antaranya berhasil diungkap Polda Metro Jaya.
"Kami berhasil mengungkap dua kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 12 orang. Dua tertembak karena akan melarikan diri ketika hendak ditangkap," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Wahyono dalam jumpa pers akhir tahun, Selasa (29/12/2009) di Polda Metro Jaya, Jakarta. Dua kasus pembobolan ini terjadi di daerah Kranji, Bekasi Barat (ATM Mandiri), pada tanggal 29 April 2009, dan di Citereup, Bogor (ATM BNI), pada tanggal 23 Juni 2009.
Pada kasus pembobolan ATM Mandiri, polisi menangkap delapan orang pelaku pembobol, yaitu ED, FA, TO, UD, WIL, PU, DE, dan HAR. Dua orang di antaranya, FA dan WIL, ditembak pada bagian kaki karena melarikan diri saat hendak ditangkap.
Sementara itu, pada kasus pembobolan ATM BNI, polisi berhasil mengamankan tiga orang, yaitu Roni, Ali, dan Muh Yono. Kelompok ini sebelumnya telah melakukan tindak pidana serupa sebanyak tiga kali di daerah Pasar Buah Sentiong, Tangerang, Cimanggis, dan Cibinong.
"Dari tangan tiga tersangka, kami berhasil menyita dua buah senjata api revolver, satu unit sepeda motor Jupiter MX, dan satu unit mesin ATM dalam kondisi rusak," ujar Kapolda.