Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 20:49 WIB
Seusai Lapor ke Polda, Ramadhan Visum di RS Jakarta
Wahyu Satriani Ari Wulan | hertanto | Rabu, 30 Desember 2009 | 14:37 WIB
|
Share:

KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Anggota Fraksi Demokrat, Ramadhan Pohan (kanan) menunjukkan luka di tulang hidung antara kedua matanya saat keluar dari acara prelaunching buku Membongkar Gurita Cikeas di Doekoen Coffee, Jakarta Selatan, Rabu (30/12/2009).

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, merasa geram akibat pemukulan yang dilakukan oleh penulis buku Membongkar Gurita Cikeas, George Junus Aditjondro.

Akibat pemukulan tersebut, dia mengalami luka memar. Akibatnya, seusai melapor di Polda Metro Jaya, Rabu (30/12/2009) ini, dia langsung menjalani pemeriksaan visum di Rumah Sakit Jakarta.

"Sebenarnya kekerasan fisik biasa saja. Ini (memar) di bagian mata sebelah kiri. Saya mau ke Rumah Sakit Jakarta," ujarnya saat ditemui di Sentra Pelayanan Kepolisian, Polda Metro Jaya, Rabu ini.

Dia mengaku kecewa atas aksi kekerasan yang diterimanya. Menurutnya, kejadian ini tidak menghormati proses demokrasi di Indonesia karena perbedaan pendapat diselesaikan dengan aksi kekerasan.

"Kami kecewakan mengapa setiap perbedaan pendapat itu diatasi dengan kekerasan. Yang lebih teraniaya itu adalah demokrasi. Mau dibawa ke mana demokrasi kita kalau setiap perbedaan pendapat diselesaikan dengan kekerasan?" tuturnya.