JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut "Poltak" Sitompul mengatakan, insiden pelemparan buku oleh George Aditjondro, penulis buku Membongkar Gurita Cikeas, terhadap Ramadan Pohan, anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, sebagai bentuk pelecehan.
"George memang orang sakit. Masak, bukunya dikritik saja tidak boleh," ujar Ruhut, Rabu (30/12/2009) di Jakarta.
Ruhut mengatakan, pihaknya mendukung upaya Ramadhan yang melaporkan insiden tersebut ke Polda Metro Jaya. "Ini sudah penganiayaan. Delik murni, bukan delik aduan lagi. Ancaman hukumannya hingga lima tahun kurungan penjara," ujar anggota Pansus Hak Angket Kasus Bank Century ini.
Ruhut juga mengkritik sejumlah orang, termasuk banyak politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, yang mendukung penerbitan buku yang memaparkan data-data keterlibatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kasus Century.
"Coba, kalau diri mereka yang diceritain? Ini reformasi kebebasan berekspresi yang kebablasan," keluhnya.
Insiden pelemparan buku terjadi ketika Ramadhan menyampaikan pendapatnya tentang buku kontroversial itu. Ramadhan mengatakan bahwa George Junus Aditjondro berhalusinasi. Mendengar komentar itu, George pun langsung menepisnya dengan melempar bukunya ke wajah Ramadhan Pohan, diduga untuk menghentikan komentar Ramadhan.

