Kemacetan parah di kawasan Ragunan mulai terlihat sejak siang hari dari Jalan Harsono RM. Jalan yang menuju pintu masuk utara Ragunan itu sempat ditutup pada pukul 14.00 hingga pukul 16.00 karena akan dilalui Presiden. Akibatnya, pengunjung harus berputar menuju pintu masuk barat atau timur.
Penutupan Jalan Harsono RM ini juga membuat kendaraan umum seperti bus transjakarta dan kopaja yang akan keluar-masuk Ragunan tertahan di bagian ujung jalan. Puluhan ribu pengunjung Ragunan telantar dan terpaksa berjalan kaki sejauh 2 kilometer dari Jalan TB Simatupang menuju Ragunan maupun arah sebaliknya.
Yatmi (28), warga Kedoya, Jakarta Barat, yang datang ke Ragunan gagal bertemu bertemu rekannya di taman margasatwa karena terjebak macet.
”Lebaran kemarin saya hanya jalan sebentar dari depan pintu utama lalu naik bus transjakarta. Namun, ini kami harus berjalan jauh, sampai kaki pegal,” tutur Yatmi.
Keluhan serupa dikatakan Sunarto (40), warga Gunung Kidul, Yogyakarta, yang datang bersama dua anak dan istrinya.
”Sedela maneh tekan, Le (sebentar lagi sampai, Nak),” kata Sunarto yang hendak pulang ke Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Banyak anak-anak dengan wajah kelelahan digandeng orangtuanya terseok-seok berjalan kaki menuju angkutan umum. Banyak pula orang tua kelelahan.
Kemarin, kunjungan Presiden ke Ragunan berlangsung sekitar 30 menit. Presiden bersama Ny Ani Yudhoyono dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mendatangi Pusat Primata Schmutzer.
Menurut Humas Taman Margasatwa Ragunan Wahyudi Bambang, Presiden melihat Pusat Primata Schmutzer dan menyapa pengunjung yang kebetulan memadati tempat penelitian primata terbesar di dunia tersebut.
”Secara khusus, Presiden tidak mengatakan apa-apa selama berkunjung. Kemungkinan Presiden hanya ingin melihat keramaian perayaan Tahun Baru di Ragunan,” ujar Wahyudi. Ia menambahkan, tahun lalu Presiden juga berkunjung ke Ragunan.
Pada libur awal Tahun Baru 2010, Jumat kemarin, jumlah pengunjung Ragunan membeludak dari sekitar 30.000 orang per hari menjadi lebih dari 100.000 orang. ”Kami perkirakan hingga pukul 17.00 jumlah pengunjung sudah di atas 100.000 orang. Kemungkinan jumlah itu masih akan bertambah,” katanya.
Jumlah itu, menurut Wahyudi, menyamai pencapaian libur awal tahun 2009, sekitar 113.000 pengunjung. Secara akumulatif, jumlah pengunjung Ragunan selama 2009 mencapai 3,4 juta orang, atau naik sekitar 2,6 persen dibandingkan dengan tahun 2008 yang hanya 3,3 juta orang.
Tahun ini, Taman Margasatwa Ragunan tidak menyelenggarakan acara khusus dalam menyambut Tahun Baru. Pengunjung disajikan pertunjukan binatang jinak seperti gajah, kuda, dan unta. Pihak pengelola memperbolehkan pengunjung menyentuh langsung hewan-hewan itu sebagai bagian dari visi pengenalan konservasi satwa kepada pengunjung.
Kemacetan serupa juga terjadi di kawasan Puncak, Bogor.
