JAKARTA, KOMPAS.com- Pemilik kontrakan ekslusif Duta Residence, Edy Faisal, membantah bahwa pihaknya telah menyalahgunakan izin mendirikan bangunan yang dikeluarkan Pemerintah Kota Depok.
"Izin saya itu kontrakan ekslusif, bukan kos-kosan. Satu-satunya di Indonesia. Belum pernah ada. Pemerintahnya saja yang pada nggak ngerti konsepnya. Saya juga sudah sampaikan bukti izinnya ke BPPT empat kali, tapi menurut kepalanya, belum sampai-sampai" ujar Edy yang dihubungi via telepon, Sabtu (2/1/2010).
Edy menambahkan, pihaknya bersedia untuk membuat izin yang baru jika memang izin yang menjadi masalah utama pendirian Duta Residence. "Kalau izinya mau diganti, saya turutin. Kalau mau satu-satu dibuat izin, kolam renang pake izin, lounge pake izin, saya buat," imbuhnya.
Di lain pihak, Ketua RW 22, Manto, mengatakan, izin tetangga yang diajukan pihak Duta Residence kepada RT, RW, sampai Kelurahan adalah untuk mendirikan kos-kosan atau kontrakan. "Izinnya kontrakan, kos-kosan. Sudah izin tetangga dulu," ujar Manto saat ditemui di rumahnya, jalan KH M Yusuf, Mekarjaya, Sukmajaya, Depok.
Edy juga membantah jika pihaknya dituduh sengaja mendirikan hunian ekslusif tersebut untuk tempat mesum atau tindak kriminal lainnya. "Saya tidak menutup-nutupi apa yang terjadi. Saya juga nggak mau begitu. Ini kan tempat umum Mbak. Manajemen kami juga sudah ketat lho," katanya.
Menurut keterangan Edy, pihaknya telah memperketat manajemen sewa hunian. Setiap pengunjung yang hendak menyewa diwajibkan meninggalkan Kartu Identitas Penduduk kepada pihak Duta Residence. Selain itu, berdasarkan keterangan Edy, Duta Residence telah memasang pengumuman yang melarang perbuatan mesum dan penggunaan narkotika di setiap sudutnya.
Edy juga mengaku telah beberapa kali melakukan musyawarah dengan warga dan telah melakukan pendekatan yang baik kepada warga. "Setiap malam Jumat ada Yasinan di mushola Duta Residence, Minggu pagi aerobik bareng warga dan nggak putus sampai sekarang. Tahun baru kita juga bikin acara pemuda, 17 Agustusan juga. Kolam renang juga terbuka untuk warga," ujar Edy.


