Medan, Kompas -
”Dari Medan ke Berastagi saja ada 11 titik rawan macet, tiga di antaranya karena jalan rusak. Sebelumnya kerusakan jalan ini tidak ada,” tutur Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Kota Besar Medan Ajun Komisaris
Tiga titik kerusakan jalan itu ada di ruas Sembahe, Bandar Baru, dan kelokan sumber air Tirtanadi. Lantaran rusak, arus lalu lintas di jalan ini tersendat. Kecepatan jalan pada Sabtu (2/1) berkisar 0-5 kilometer per jam. ”Jarak setiap mobil hanya 3 meter. Waktu tempuh dari Medan menuju Berastagi, yang biasanya tiga jam, pada puncak kepadatan lalu lintas menjadi enam jam,” katanya.
Dia mengakui bahwa terjadi peningkatan volume kendaraan akhir tahun 2009 sampai awal tahun 2010. Mestinya peningkatan volume kendaraan ini tidak sampai membuat kemacetan jika di sejumlah ruas jalan tidak ada kerusakan jalan.
Kepala Posko Simpatik Toba Ajun Komisaris Sawangin mengakui kendala jalan rusak tersebut. Namun, selama terjadi peningkatan volume kendaraan belum ada perbaikan jalan oleh instansi yang berwenang. Petugas kepolisian yang ada di jalan, tuturnya, terpaksa harus memperbaiki kerusakan jalan itu untuk sementara waktu. ”Kami datangkan dua truk berisi sirtu untuk menutup lubang jalan,” ujarnya.
Kepala Seksi Angkutan Darat Dinas Perhubungan Sumut Thomas Andrian mengatakan, salah satu kepadatan kendaraan terdapat di Jembatan Sei Ular, perbatasan antara Kabupaten Deli Serdang dan Serdang Bedagai. Kondisi jalan di ruas ini seperti leher botol, yang mengecil di ujung. Padahal, terjadi peningkatan kendaraan menuju sejumlah tempat wisata, seperti Pantai Cermin dan Pantai Sialang
Berdasarkan data Dinas Perhubungan Sumut, menjelang Natal dan Tahun Baru terdapat 40 titik kerusakan jalan yang rawan memicu kemacetan lalu lintas. Kerusakan jalan ini ada di wilayah 13 kabupaten dan kota se-Sumut. Kerusakan ini di antaranya terjadi lantaran perbedaan elevasi jalan dengan bahu jalan, longsor, buntunya drainase di kanan dan kiri jalan, serta sebagian tergenang air.
Mestinya ruas jalan yang mengalami kerusakan ini sudah teratasi sebelum terjadi peningkatan volume kendaraan.
