Rabu, 3 September 2014

News / Megapolitan

Sertijab Kepala Rutan Pondok Bambu Diwarnai Isak Tangis

Rabu, 13 Januari 2010 | 15:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sarju Wibowo resmi dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Wanita Pondok Bambu. Upacara serah terima jabatan (sertijab) dari Sarju kepada kepala rutan yang baru, Catur Budi Fatayatin, dilakukan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Rabu (13/1/2010) siang. Selanjutnya, Sarju Wibowo dimutasikan sebagai staf khusus Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas).

Upacara sertijab ini sekaligus sebagai upacara perpisahan Sarju Wibowo dengan bawahannya di Rutan Pondok Bambu. Suasana haru terlihat di wajah beberapa jajaran petugas Rutan Pondok Bambu.

Bahkan, saat para petugas rutan saling bersalaman dan berpelukan, Sarju dan Catur pun tak kuasa menahan kesedihannya. Terlihat keduanya mengeluarkan air mata.

Seusai upacara, Sarju belum bisa memberikan pernyataan kepada para wartawan. Ia hanya mengacungkan dua jempolnya dan mengucapkan, "Terima kasih, terima kasih."

Namun, beberapa jam kemudian, Sarju menyatakan bisa menerima pencopotan dirinya sebagai Kepala Rutan Pondok Bambu. "Saya menerima keputusan yang telah dikeluarkan Menteri Hukum dan HAM (Patrialis Akbar)," ujar Sarju.

Upacara sertijab ini dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Dephuk dan HAM DKI Jakarta Arjudin Rana.

Dalam pidatonya, Arjudin mengakui bahwa pencopotan dan pelantikan kepala rutan ini dilakukan dalam rangka koreksi diri pihak rutan dan lapas atas temuan fasilitas mewah di dalam rutan oleh Satgas Pemberantasan Mafia Hukum pada Minggu (10/1/2010) malam.

Atas nama Dephuk dan HAM, Arjudin menyatakan bisa menerima koreksi tersebut. Ke depan, lanjut Arjudin, peristiwa ini bisa dijadikan cerminan agar tidak mengulangi perbuatan yang sama.

"Ini semua untuk menyikapi situasi kondisi yang ada belakangan ini. Dan secara jujur kami menerima koreksi dari stakeholder yang ada di lingkungan sekitar, baik dari Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, masyarakat, maupun atasan. Kami menerima dengan senang hati, dengan legowo, bahwa ada yang memperhatikan, bahwa ada yang mengkoreksi kita, sehingga kita tidak larut dalam hal yang kurang baik," kata Arjudin.

Arjudin juga meminta Sarju untuk bisa menerima keputusan mutasi ini. Kepada kepala rutan yang baru, Arjudin meminta agar ia bekerja keras untuk perbaikan menyeluruh atas koreksi yang ada. "Kepada Pak Sarju terimalah ini sebagai introspeksi dan mutasi jabatan ini," ujarnya.


Editor : wsn